POLMAN,POJOKRAKYAT – Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menorehkan capaian bersejarah dalam upaya pengentasan kemiskinan pada awal 2025. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Polman tercatat sebagai kabupaten dengan penurunan angka kemiskinan paling signifikan di Provinsi Sulawesi Barat. Senin 29/12/2025.
Capaian Tertinggi Sepanjang Sejarah Daerah
Mengacu pada potret sosial ekonomi BPS tahun 2025, tingkat kemiskinan di Kabupaten Polewali Mandar berada pada angka 14,02 persen. Angka tersebut turun signifikan sebesar 1,64 poin persentase dibandingkan tahun 2024 yang masih berada di level 15,66 persen.
Penurunan ini bukan sekadar fluktuasi statistik tahunan. Capaian sebesar 1,64 poin persentase tercatat sebagai penurunan kemiskinan terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Polewali Mandar. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas berbagai program intervensi ekonomi dan sosial yang dijalankan pemerintah daerah dalam menjangkau kebutuhan masyarakat.
Unggul Jauh Dibanding Kabupaten Lain
Kinerja Polewali Mandar tampak menonjol jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Sulawesi Barat. Sementara daerah lain mencatat penurunan di bawah satu poin persentase, Polman memimpin dengan selisih yang cukup lebar.
Berikut perbandingan penurunan angka kemiskinan antar kabupaten di Sulawesi Barat tahun 2025:
* Polewali Mandar: turun 1,64 poin persentase
* Majene: turun 0,80 poin persentase
* Mamasa: turun 0,54 poin persentase
* Mamuju Tengah: turun 0,50 poin persentase
* Pasangkayu: turun 0,25 poin persentase
* Mamuju: turun 0,16 poin persentase
Dengan capaian tersebut, Polewali Mandar dinilai menjadi “lokomotif” peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Barat.
“Penurunan sebesar 1,64 poin persentase dalam satu tahun merupakan capaian luar biasa. Angka ini melampaui rata-rata daerah lain dan menjadi tolok ukur baru kinerja pembangunan manusia di Sulawesi Barat,” sebagaimana tertuang dalam laporan BPS.
### Fokus Keberlanjutan Kesejahteraan
Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar untuk terus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, memperkuat daya beli, serta memperluas kesempatan kerja. Meski capaian ini signifikan, tantangan ke depan adalah memastikan keberlanjutan agar masyarakat yang telah keluar dari garis kemiskinan tidak kembali masuk ke kelompok rentan.
Tingkat kemiskinan sebesar 14,02 persen kini menjadi modal penting bagi Polewali Mandar untuk terus mengejar target pembangunan nasional dan mewujudkan daerah yang lebih mandiri dan sejahtera.(rls)













