Bulukumba, Pojok Rakyat – Seminar kali ini digelar di Kebun durian amhec farm di bulukumba, Selasa (3/2/2026) Alif Albadri founder Durian traveler Indonesia mengahadiri seminar tersebut dan memberikan materi potensi ekonomi durian Indonesia untuk mancanegara dengan Peserta workshop para petani se Sulawesi.
Alif Al Badri cukup dikenal dikalangan petani durian Indonesia ini terus berusaha bagaimana durian Indonesia ini bisa mendunia. Bukti semangatnya untuk memajukan durian indonesia, durian traveler Indonesia bersama PT dgw juga menghadirkan narasumber petani durian asal lampung untuk membagi ilmu tentang budidaya durian yang bisa mencapai kwalitas premium. Alif yang juga sebagai owner farfum Balcstag ini juga sudah keliling Indonesia hingga mancanegara untuk mendorong perdurianan Indonesia.
Nanang febri anggara salah satu petani muda asal lampung yang dikenal mempu mencapai hasil panen yang kwalitas permiun dari beberapa musim panen.
Dihadapan awak media, Alif mengatakan bahwa mimpi kita adalah memajukan durian Indonesia mendunia. Harapannya bukan hanya dikenal tapi mampu mendongkrak perekonomian petani kita.
Sementara, Zubair dari PT DGW terus berkomitmen mendorong kemajuan petani, khususnya petani durian, melalui edukasi, pendampingan, dan peningkatan kapasitas budidaya.
Dengan manajemen kebun yang tepat dan berkelanjutan, diharapkan petani mampu menghasilkan durian berkualitas, bernilai jual tinggi, serta berdampak nyata dalam meningkatkan perekonomian petani durian.
Terpisah, Zaenal petani durian asal Polewali Mandar menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya seminar atau workshop petani duarin yang digelar di kebun sahabat saya Ahmad Yani di bulukumba.
Ia berharap sharing pengalaman para petani dan metode bisa dibagikan di acara workshop meskipun secara agro klimat setiap daerah tentu berbeda.(rls)













