POLMAN, POJOKRAKYAT – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda mulai dikerjakan di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Jembatan tersebut merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang dilaksanakan oleh TNI untuk mendukung konektivitas dan akses masyarakat di wilayah pedesaan.
Di Polewali Mandar, jembatan gantung Garuda pertama dibangun di Dusun Bulubawang, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali. Jembatan ini akan menghubungkan Dusun Bulubawang dengan Kelurahan Manding, yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.
Komandan Kodim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin, S.Pd, mengatakan bahwa saat ini pembangunan telah memasuki tahap awal berupa pengukuran lokasi dan penggalian abutment.
“Ini merupakan jembatan perintis Garuda pertama yang dibangun di Polewali Mandar. Hari ini sudah mulai tahap pengukuran dan penggalian abutment,” kata Ikhwan.
Ia menjelaskan, jembatan gantung tersebut memiliki panjang bentangan sekitar 37 meter, lebar 1,2 meter, dengan ketinggian sekitar 1,5 meter dari badan jalan. Jembatan dirancang untuk menunjang aktivitas masyarakat secara aman dan berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan jembatan ini diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat sehingga partisipasi warga sangat diharapkan, khususnya melalui kegiatan kerja bakti bersama personel TNI.
“Jembatan ini untuk masyarakat. Karena itu kami berharap partisipasi warga untuk bersama-sama bergotong royong selama proses pembangunan,” ujarnya.
Ikhwan juga menambahkan bahwa ke depan masih terdapat beberapa titik lain di Polewali Mandar yang direncanakan akan dibangun jembatan serupa. Saat ini, pihaknya telah mendata dan mengajukan sekitar 45 unit jembatan, baik jenis jembatan gantung maupun jembatan Aramco.
“Semoga seluruh usulan tersebut dapat terealisasi melalui dukungan pemerintah pusat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Patampanua, Mohammad Yusuf, mengaku sangat bersyukur atas pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di wilayahnya. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi perekonomian masyarakat, termasuk bagi anak-anak sekolah.
Ia menjelaskan, sebelumnya masyarakat telah membangun jembatan secara swadaya, namun kondisinya sudah tidak layak dan membahayakan keselamatan warga.
“Sudah pernah ada warga yang jatuh ke sungai karena kondisi jembatan lama sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Dengan dimulainya pembangunan jembatan baru tersebut, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Warga secara sukarela ikut melaksanakan kerja bakti bersama personel TNI dari Kodim 1402/Polman sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur desa. (Zik)













