POLMAN, POJOKRAKYAT — Pembibitan CV Arafah Abadi di sejumlah titik di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) diduga gunakan bibit kakao yang berasal dari kebun masyarakat. Rabu,18/02/2026.
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh tim pojokrakyat.id, salah satu pedagang bibit kakao basah berinisial NM di Desa Duampanua Kecamatan Anreapi yang di temui mengungkapkan bahwa ia membeli kakao Rp. 45.000 ribu per kilogramnya untuk kakao yang bijinya besar.
“Yang suruh membeli ini hanya memberi persen saja untuk 100 kg biji kakao basah dikasi Rp. 100.000,” ungkap pedagang kakao NM saat di konfirmasi akhir Desember lalu.
Bibit basah yang ia beli dibeli oleh beberapa orang yang informasinya diperuntukkan untuk kegiatan pembibitan.
“Kalau ada yang butuh saya bantu carikan, kalau pak Tamril pernah satu kali ambil dan yang lain biasa ada yang datang minta dibantu carikan,” ungkap NM saat dikonfirmasi.
Lanjutnya, kalau yang pak Tamrin saya hanya dikasi lebihkan diberi ke saya Rp. 130.000 karena dia hitung 150 dikalikan Rp. 45.000.
“Saya dikasi Rp. 130.000 saja dari pak Tamrin, terus terang sangat tipis, kalau lainnya saya dikasi Rp. 3.000 satu kilogramnya.” ujar NM.
Sementara itu pengelolaa penangkaran CV Abadi H. Tamrin di Desa Duampanua Kecamatan Anreapi yang di konfirmasi terkait dugaan penggunaan benih atau biji kakao yang bersumber dari kebun masyarakat, H. Tamrin tidak memberikan tanggapan.(bdt)














