Berita

Dua Jenis Benih Ditemukan di Pembibitan Kakao di Pelitakan, Dugaan Benih Tak Bersertifikat Mencuat

×

Dua Jenis Benih Ditemukan di Pembibitan Kakao di Pelitakan, Dugaan Benih Tak Bersertifikat Mencuat

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260220 181740 Gallery
Benih kakao yang ditancap yang telah dikupas.

POLMAN, POJOKRAKYAT — Temuan dua jenis benih kakao berbeda di lokasi pembibitan milik CV Syahriandi Ashar Utama memicu perhatian publik. Benih tersebut ditemukan saat pekerja melakukan penancapan di area pembibitan berkapasitas ratusan ribu bibit di Kelurahan Pelitakan, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Jum’at 20/02/2026.

Screenshot 20260220 181701 Gallery
Bibit yang tidak dikupas.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, pekerja terlihat menanam benih kakao yang diduga berasal dari kebun masyarakat dan tidak memiliki sertifikasi resmi. Perbedaan fisik benih ada yang terkupas dan ada yang tidak sehingga menjadi sorotan dalam proses pembibitan tersebut.

IMG 20260218 WA0010

Teknisi pembibitan CV Syahriandi Ashar Utama, Kadir, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa perbedaan kondisi benih bukanlah persoalan mendasar. Menurutnya, yang terpenting adalah benih mampu tumbuh dengan baik.

“Dikupas atau tidak, itu bukan masalah. Yang penting benihnya tumbuh,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Pengawas Benih Tanaman Direktorat Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Firman Mantau, memberikan penjelasan teknis terkait penggunaan benih kakao tersebut. Ia menyebut, metode benih terkupas maupun tidak terkupas merupakan bagian dari teknik yang lazim dilakukan oleh pemilik kebun sumber benih.

Secara administratif, lanjut Firman, pihaknya melakukan pemeriksaan ketat terhadap asal-usul bahan tanam. Benih untuk kebun penghasil batang bawah harus berasal dari klon-klon unggul yang tertelusur secara genetik dan memiliki kejelasan asal-usul. Penetapan sumber benih tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Perkebunan atas nama Menteri Pertanian, serta wajib dilengkapi dokumen administrasi dalam setiap proses pengiriman.

Tak hanya soal benih, persoalan lain yang masih membayangi proyek ini adalah denda keterlambatan pekerjaan. Firman mengungkapkan bahwa CV Syahriandi Ashar Utama telah mengajukan permohonan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk mendapatkan tambahan waktu penyelesaian pekerjaan melampaui batas akhir tahun anggaran.

Permohonan tersebut memungkinkan perpanjangan maksimal 90 hari kalender setelah masa kontrak awal berakhir.

Namun hingga kini, penyedia jasa tetap dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 dari total nilai kontrak dikalikan jumlah hari keterlambatan hingga diterbitkannya Berita Acara Serah Terima (BAST).

“Jika pekerjaan tidak diselesaikan sesuai kontrak, sanksinya jelas: pencairan jaminan pelaksanaan dan masuk daftar hitam (blacklist),” tegas Firman.

Temuan ini menambah daftar persoalan dalam proyek pembibitan kakao di Polman, yang kini tak hanya disorot dari sisi kualitas benih, tetapi juga dari aspek kepatuhan administrasi dan ketepatan waktu pengerjaan.(bdt)

IMG 20260221 WA0002
Berita

Senyum tak lepas dari wajah Asrul (41), warga Dusun Batu Menganga, Desa Bulo, Kecamatan Bulo, saat melihat rumahnya yang kini mulai berdiri lebih kokoh. Dinding yang telah diplester rapi dan lantai yang diperbaiki menjadi penanda perubahan besar dalam hidupnya.

IMG 20260221 WA0000
Berita

Dibawah sinar matahari yang menyengat, tangan-tangan yang sedang berpuasa tetap sigap mengayun cetok dan mendorong gerobak berisi adukan semen. Pengerjaan sasaran fisik TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman di Desa Bulo, Kecamatan Bulo, terus dikebut meski memasuki bulan suci Ramadhan.

Screenshot 20260220 180043 Gallery
Berita

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Polewali Mandar memberi ultimatum kepada pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Mereka diminta segera membenahi instalasi pengolahan limbah (IPAL) dan melengkapi seluruh persyaratan operasional, atau terancam ditutup sementara. Jum’at 20/02/2026.

IMG 20260218 WA0024
Berita

Seragam loreng itu tak hanya berdiri memberi komando. Di tengah jalan tanah yang perlahan berubah menjadi rabat beton, Komandan Satgas TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin, S.Pd, terlihat ikut mendorong gerobak berisi campuran semen bersama warga Desa Lenggo, Rabu (18/2/2026).