TUTAR – Kondisi pendidikan di MI Taloba, Kecamatan Tutar, masih jauh dari kata layak. Sekolah yang telah berdiri sejak tahun 2011 ini hingga kini belum mendapatkan pembangunan fasilitas yang memadai. Selama lebih dari satu dekade beroperasi, bangunan dan sarana belajar masih sangat terbatas.

Ruang kelas di sekolah tersebut berdinding papan sederhana yang mulai mengalami pelapukan. Saat cuaca kurang bersahabat, proses belajar mengajar kerap terganggu. Lantai kelas hanya berupa semen kasar tanpa pelapis, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman bagi siswa saat mengikuti pelajaran.
Keterbatasan fasilitas semakin terasa karena jumlah kursi dan bangku belajar tidak mencukupi.
Dalam beberapa kesempatan, siswa terpaksa duduk di lantai saat kegiatan belajar berlangsung. Meski demikian, para siswa tetap menunjukkan semangat tinggi untuk belajar, sementara guru-guru terus berupaya memberikan pendidikan terbaik di tengah kondisi yang ada.
Kepala MI Taloba menyampaikan harapannya agar sekolah yang dipimpinnya mendapat perhatian lebih serius.
“Kami berharap adanya bantuan untuk sekolah kami, demi anak-anak kami yang ada di MI Taloba. Mereka berhak mendapatkan fasilitas belajar yang lebih layak dan nyaman,” ujarnya.
Masyarakat sekitar juga berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak terkait untuk membantu perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Dengan adanya bantuan tersebut, proses belajar mengajar di MI Taloba diharapkan dapat berlangsung lebih optimal dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi para siswa di Kecamatan Tutar.(rls)














