POLMAN, POJOKRAKYAT.ID — Duka masih menyelimuti Kampung Tuluk, Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar. Bekas kobaran api yang melalap permukiman warga menyisakan puing dan pilu. Namun di tengah kepedihan itu, kepedulian datang mengetuk pintu harapan.
Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Polewali Mandar bersama Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) turun langsung ke lokasi kebakaran, Senin (
Tak hanya membawa empati, SPPG BGN dan SPPI Polman menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp50 juta, disertai bahan pokok dan pakaian layak pakai. Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban para korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Koordinator SPPG Wilayah Polman, Muh. Firman Jaelani, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar menjalankan tugas formal.
“Ini menjadi momentum bahwa BGN atau SPPG bukan hanya mengurusi gizi bagi anak sekolah, tetapi juga terlibat dalam misi kemanusiaan. Sebelumnya, BGN SPPG juga hadir saat bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera beberapa bulan lalu,” ujarnya di lokasi kebakaran.
Kehadiran SPPG dan SPPI di tengah para penyintas bukan hanya soal bantuan materi. Lebih dari itu, mereka membawa dukungan moril dan semangat baru bagi keluarga korban agar tetap tegar menghadapi cobaan.
Saat ini, SPPG Polman juga tengah berkoordinasi intensif dengan pimpinan BGN di tingkat provinsi dan pusat terkait mekanisme penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung kepada korban kebakaran. Langkah ini diharapkan dapat memastikan kebutuhan gizi para penyintas tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat.
“Kehadiran kami adalah bentuk kepedulian dan perpanjangan tangan BGN Pusat untuk masyarakat. Kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendiri,” tandas Firman.
Di tengah puing dan sisa arang yang masih menghitam, kepedulian menjadi cahaya. Dan bagi warga Galung Tuluk, bantuan itu bukan sekadar angka melainkan bukti bahwa harapan masih ada.(bdt)














