Advertorial

Proses Sambung Pucuk Bibit Kakao CV Arafah Abadi Di Polman Mulai Berjalan

Pojoknews
×

Proses Sambung Pucuk Bibit Kakao CV Arafah Abadi Di Polman Mulai Berjalan

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260415 211224 Gallery
Sejumlah pekerja tengah melakukan proses penyambungan entris kakao. Rabu 14/04/2026.

POLMAN, POJOKRAKYAT — CV Arafah Abadi mulai melakukan proses sambung pucuk pada kebun penangkaran bibit kakao yang berlokasi di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan penyediaan bibit kakao unggul bagi petani.

Proses penyambungan dilakukan menggunakan batang atas yang berasal dari kebun induk sumber benih bersertifikat resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Hal ini memastikan kualitas bibit yang dihasilkan sesuai standar nasional.

Perwakilan tim teknis CV Arafah Abadi, H. Tamrin, menjelaskan bahwa pihaknya telah memiliki kebun sumber benih sendiri yang dapat dimanfaatkan sebagai penyedia batang atas.“Kami telah memiliki kebun sumber benih yang dapat dimanfaatkan sebagai penyedia batang atas. Bahkan, untuk penjualan batang bawah maupun batang atas, kami siap melayani jika ada permintaan,” ujarnya.

Screenshot 20260415 221245 Gallery
Karyawan CV Arafah Abadi menunjukkan bedengan yang sebelumnya diinformasikan mati kini sudah hijau tumbuh subur. Rabu 15 April 2026.

Direktur CV Arafah Abadi, Sukmawati Haruna, menuturkan bahwa pihaknya menargetkan pada awal Juli mendatang akan mengajukan sertifikasi siap salur sebelum distribusi bibit kepada penerima manfaat.

Namun demikian, Sukmawati juga menyayangkan adanya informasi negatif yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa pada 10 April lalu terdapat oknum media yang masuk secara ilegal ke lokasi penangkaran CV Arafah Abadi dan mengambil gambar tanpa izin.

“Yang dimuat di media sosial justru bedeng-bedeng yang tidak terpakai atau hasil sortiran, sehingga seolah-olah itu merupakan kondisi sebenarnya penangkaran kami,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa jumlah bibit di seluruh lokasi penangkaran jika diakumulasikan akan melebihi kewajiban kontrak, termasuk cadangan (refaksi).

Sukmawati juga mengimbau kepada pihak-pihak yang masih meragukan keaslian bibit bersertifikat milik CV Arafah Abadi untuk melakukan pengecekan langsung ke dinas terkait atau UPTD penerbit sertifikat.

Dengan dimulainya proses sambung pucuk ini, CV Arafah Abadi optimistis dapat mendukung peningkatan produktivitas kakao nasional melalui penyediaan bibit unggul dan berkualitas.(rls/adv)