Daerah

31 SPPG Meriahkan Gebyar Gizi HUT RI ke-81 di Alun-Alun Pekkabata

×

31 SPPG Meriahkan Gebyar Gizi HUT RI ke-81 di Alun-Alun Pekkabata

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260829 180657 Gallery
Suasana lomba yang diikuti para relawan SPPI di Alun-alun Pekkabata Polman. Sabtu 29 Agustus 2026.

POLMAN, POJOKRAKYAT.ID — Sebanyak 31 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti Gebyar Gizi Pekan Gizi Raya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Alun-Alun Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Asosiasi Pengusaha Pengelola Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Polman ini menjadi ajang kebersamaan bagi relawan, mitra, supplier, kepala dapur, dan sejumlah stakeholder program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua APPMBGI Polman, Agusnia Hasan Sulur, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi bagi relawan SPPG yang selama ini bekerja dengan rutinitas padat dan tuntutan pelayanan yang tinggi.

“Teman-teman di dapur aktivitasnya luar biasa dan tidak mengenal waktu. Momentum hari libur ini kami manfaatkan untuk berkumpul dan sharing,” kata Agusnia.

Berbagai perlombaan turut memeriahkan kegiatan, mulai dari lomba makan kerupuk, nyanyi bersambung, lomba sarung, lari karung hingga permainan lainnya. Panitia juga menyiapkan sejumlah doorprize, termasuk voucher umrah.

Koordinator Wilayah SPPI Polman, Muhammad Yusuf, mengatakan saat ini terdapat sekitar 55 SPPG yang beroperasi di Polewali Mandar. Namun, sebanyak 31 SPPG yang terdaftar mengikuti Gebyar Gizi tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, kebersamaan dan kolaborasi antar-S PPG, APPMBGI, stakeholder serta Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.

“Kegiatan ini lebih kepada bagaimana kita saling menguatkan dan berkolaborasi dalam menjalankan program,” ujarnya.(*)

IMG 20260908 WA0019
Daerah

Kerusakan bronjong penahan tebing sungai di Dusun Kanang, Desa Batetangnga, Kabupaten Polewali Mandar, kian mengkhawatirkan. Akibat abrasi luapan air sungai yang terjadi dalam dua tahun terakhir tidak hanya mengikis daratan, tetapi juga mengancam fasilitas umum vital serta pemukiman warga setempat.