Berita

Pemerintahan H. Samsul Mahmud dan Andi Nursami Masdar Fokus Benahi Sebelas Masalah Polman

Pojoknews
×

Pemerintahan H. Samsul Mahmud dan Andi Nursami Masdar Fokus Benahi Sebelas Masalah Polman

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20250304 220123 Gallery
Bupati Polman H. Samsul Mahmud saat menyampaikan visi misi dan target pembangunan Polman diruang Paripurna DPRD Polman. Senin 03 Maret 2024.

POLMAN, POJOKRAKYAT.ID — Terdapat sebelas masalah yang ada di Kabupaten Polewali Mandar yang menjadi fokus Pemerintahan pasangan Bupati H. Samsul Mahmud dan Wakil Bupati H. Andi Nursami Masdar untuk dibenahi selama kurung waktu lima tahun yang akan datang.

Sebelas masalah yang ada ini disampaikan oleh Bupati Polman H. Samsul Mahmud saat menyampaikan paparan visi-misi untuk Kabupaten Polewali Mandar lima tahun kedepan.

Rapat Paripurna penyampaian visi misi Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar berlangsung diruang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polman yang dipimpin oleh Ketua DPRD Polman Fahry Fadly, didampingi Wakil Ketua I Imam Singkarru, Wakil Ketua II Amiruddin serta sejumlah anggota DPRD Polman, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala OPD, Camat serta undangan lainnya. Senin 03 Maret.

H. Samsul Mahmud mengatakan, terdapat sebelas permasalahan yang tengah dialami Polman yakni pertama permasalahan rendahnya daya saing karena daya beli yang rendah, rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Polman (65,5) persen dibandingkan dengan IPM Provinsi dan Nasional.

“Kedua masih tingginya angka stunting dan gizi buruk serta ketiga kualitas layanan kesehatan yang masih banyak dikeluhkan oleh masyarakat,” ujar Bupati Polman H. Samsul Mahmud.

Kemudian keempat, Kualitas pelayanan Pendidikan yang masih rendah, keenam rendahnya kualitas pelayanan kepemudaan, tujuh rendahnya produktivitas petani dan pekebun.

Kedelapan tatakelola Pemerintahan yang juga masih belum sesuai prinsip governance, sembilan masih buruknya tatakelola lingkungan dan pengelolaan sampah, kesepuluh penanganan kebencanaan yang masih lemah, dan sebelas pemberdayaan masyarakat desa dan pemberdayaan perempuan masih lemah.

Selain sebelas poin permasalahan tersebut, H. Samsul Mahmud juga mengatakan, masih banyak masalah yang perlu dikenali dan di kelola yakni misi pertama perbaikan kelembagaan dan sekaligus mengevaluasi para pejabat struktural pemerintahan mulai dari eselon II sampai IV dan fungsional dasarnya adalah prestasi dan potensi sukses dalam jabatan.

Misi kedua meningkatkan kualitas SDM melalui penyelenggaraan pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih baik, misi ini harus konkrit dan terukur untuk dijadikan kebijakan strategis mengingat IPM Polman terendah diantara enam Kabupaten lainnya di Sulbar.

Misi ketiga pembangunan perekonomian yang kreatif dan inovatif untuk kesejahteraan serta menyelesaikan tantangan ekonomi UMKM dan segera mendorong industrialisasi pertanian dan perkebunan khususnya industrialisasi kakao.

Misi keempat meningkatkan fasilitas infrastruktur publik serta menyediakan sarana prasana sosial dasar yang inklusif penambahan jalan dalam kategori mantap.

Ditempat yang sama, Anggota Fraksi PDIP DPRD Polman Rudi menyampaikan, terkait Inpres nomor 1 2025 yang sedang bergulir, dimana domain anggota DPRD tidak diatur didalamnya akan tetapi sepehnuhnya menjadi kewenangan Eksekutif dalam mengelolanya.

“Kami setuju dengan adanya recofusing, efesiensi anggaran yang tidak terlalu urgen untuk mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati Polman.” tandas Rudi.

Harapan saya selama ini belum terjawab Semua desa di Polman tidak ada lagi yang tidak dapat diakses roda empat, Kami berharap pembangunan infrastruktur di desa di Polman dapat di maksimalkan.tambahnya.

Kemudian, semoga kemitraan dapat dibangun dengan baik sehingga kolabirasi kedepan dapat berjalan dengan baik.ujarnya.(bdt)

Screenshot 20260602 185432 Gallery
Berita

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mendorong pembentukan forum rembuk desa di seluruh desa sebagai upaya memperbaiki dan memutakhirkan data kemiskinan. Langkah tersebut dinilai penting agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

Screenshot 20260602 220559 Chrome
Berita

POLEWALI MANDAR — Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, menghadiri sekaligus membuka kompetisi sepak bola usia dini kategori U-10 dan U-12 dalam rangka Pra Piala Presiden di Lapangan Sport Center HSM Mapilli, Kecamatan Luyo, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan sepak bola usia dini sekaligus wadah menumbuhkan karakter generasi muda melalui olahraga.

Dalam sambutannya, Fahry menegaskan bahwa turnamen usia dini memiliki peran penting dalam membentuk disiplin, sportivitas, hingga mental juara bagi anak-anak.

“Kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting, bukan hanya sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter, disiplin, sportivitas, kerja sama tim, dan mental juara bagi generasi muda,” ujar Fahry.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan sejak dini akan membuka peluang lahirnya atlet-atlet berbakat yang nantinya mampu membawa nama daerah ke tingkat lebih tinggi.

Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly memberikan sambutan pada pembukaan kompetisi Pra Piala Presiden U-10 dan U-12

“Dari lapangan inilah kita berharap lahir bibit-bibit pesepak bola berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama Polewali Mandar, Sulawesi Barat, bahkan Indonesia,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan membangun mental positif, bukan hanya mengejar kemenangan semata.

“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar bertanding dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati wasit, pelatih, dan sesama pemain. Menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, tetapi karakter yang baik dan semangat pantang menyerah adalah kemenangan yang sesungguhnya,” lanjutnya.

Fahry menegaskan, DPRD Polewali Mandar mendukung pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia unggul di daerah.

“DPRD Kabupaten Polewali Mandar mendukung upaya pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan menghasilkan atlet-atlet muda yang berprestasi,” tutupnya.