BeritaHukum

Pembagian Bibit Durian Musangking Pemprov Sulbar Dinilai Kurang Tepat Sasaran

×

Pembagian Bibit Durian Musangking Pemprov Sulbar Dinilai Kurang Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
IMG 20250823 WA0010

POJOk RAKYAT.ID —– Pengadaan bibit durian musangking Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Pemprov Sulawesi Barat(Sulbar) tahun 2025 dinilai kurang tepat sasaran.

Anggaran pengadaan bibit durian musangking sebanyak 120.770 batang tersebut bersumber dari APBD Pemprov Sulbar, dengan Pagu mencapai Rp 7,8 miliar.

Program pembagian bibit durian dari Pemprov Sulbar ini mendapat sorotan dari para penggiat durian. Menurut mereka, budidaya durian bukanlah hal mudah sehingga jika bibit hanya sekadar dibagikan tanpa pendampingan yang tepat, dikhawatirkan hanya akan menjadi pemborosan anggaran. ” Durian merupakan tanaman yang memerlukan perawatan intensif sejak awal, mulai dari pengolahan lahan, pemupukan, hingga pengendalian hama. Tanpa pendampingan teknis, ada kemungkinan bibit yang dibagikan tidak ditanam sesuai anjuran sehingga hasilnya tidak maksimal. ” ujar salah satu penggiat tanaman durian Sulbar inisial Z.

Ia menambahkan,Pemprov Sulbar seharusnya melakukan survei lahan terlebih dahulu untuk memastikan kesiapan petani. Bibit pun sebaiknya disalurkan sesuai luasan lahan, bukan sekadar dibagikan lalu ditumpangsarikan dengan tanaman lain.

“Kalau hanya dibagikan tanpa pengawasan, ini bisa jadi pemborosan, bahkan berpotensi penyelewengan anggaran,” ujarnya.

Selain itu, distribusi bibit durian tersebut disebut tidak merata, hanya terfokus pada wilayah tertentu seperti Kecamatan Bulo. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait pemerataan dan keadilan bagi kelompok tani di daerah lain.

Para penggiat durian pun berharap agar pihak terkait lebih serius dalam mengawal program ini, sehingga benar-benar memberi manfaat dan tidak sekadar menggugurkan kewajiban anggaran. ” Pembagian tahun lalu ada yang dijual oleh oknum anggota kelompok tani di Desa Karombang, Dari salah satu sumber di Desa Karombang, ia mengaku dapat bibit tapi berbayar, ” pungkasnya.
(Ahmad G)

IMG 20260211 WA0018
Berita

Di sebuah sudut Dusun Batu Menganga, Desa Bulo, Kecamatan Bulo, harapan Ahmad (38) perlahan mulai berdiri bersama tiang-tiang kayu yang kembali ditegakkan. Rumahnya yang sebelumnya nyaris roboh kini direhabilitasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1402/Polman.

Screenshot 20260211 113053 Gallery
Berita

Kegiatan pembibitan kakao yang dikelola CV Syahriandi Ashar Utama di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), menjadi sorotan. Pembibitan yang diperuntukkan bagi proyek Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut diduga belum sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Rabu 11/02/2025.