Pendidikan

Ketua KONI Polman Dorong Pembinaan Atlet Usia Dini Lewat Porseni

×

Ketua KONI Polman Dorong Pembinaan Atlet Usia Dini Lewat Porseni

Sebarkan artikel ini

Andi Mappangara Apresiasi Porseni SMPN 3 Mapilli

IMG 20251216 WA0017
Penyerahan Hadiah bagi Siswa LISA(Lihat Sampah Ambil) wujud nyata kepedulian siswa di Program adiwiyata.

POLMAN, POJOK RAKYAT — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Polewali Mandar (Polman), Andi Mappangara, mengapresiasi pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di SMP Negeri 3 Mapilli sebagai ajang strategis pembinaan atlet usia dini.

Andi Mappangara yang juga mantan Ketua DPRD Sulawesi Barat tersebut secara resmi membuka kegiatan Porseni di SMPN 3 Mapilli, Selasa (16/12/2025). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Porseni tidak hanya menjadi sarana pengembangan minat dan bakat siswa, tetapi juga wadah pencarian atlet potensial yang dapat dibina secara berkelanjutan.

“KONI hadir agar siswa-siswa yang memiliki bakat luar biasa di berbagai cabang olahraga bisa mendapatkan pembinaan dari pelatih handal untuk meningkatkan kemampuan mereka,” ujar Andi Mappangara.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara KONI, cabang olahraga (cabor), dan sekolah dalam menjaring atlet muda berbakat sejak dini.

IMG 20251216 WA0016
Fhoto Bersama Ketua KONI Polman A.Mappagara MB,Kepala Sekolah A.Ihsan Saleh jaya MB juga
Perangkat desa perwakilan Ortu Siswa Sultan serta guru dan staf.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 3 Mapilli, Ibrahim, menyebut sekolah memiliki peran besar dalam melahirkan atlet berprestasi. Salah satu siswa SMPN 3 Mapilli bahkan berhasil meraih peringkat delapan nasional cabang pencak silat dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) selama dua tahun berturut-turut.

SMPN 3 Mapilli yang berlokasi di Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli, dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Polewali Mandar. Sepanjang tahun 2025, sekolah ini kembali menorehkan berbagai prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Salah satu siswi berprestasi, Berliang, berhasil meraih medali emas O2SN cabang pencak silat tingkat kabupaten dan juara dua tingkat provinsi. Berliang juga akan mewakili Sulawesi Barat pada ajang O2SN tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih di bawah bimbingan Ilham, pelatih mitra OSIS Unit Kegiatan Kesiswaan (UKK) Perguruan Bintang Sejati. Selain Berliang, Annisa juga meraih juara tiga, sementara Aisyah Asmulyadi dan Nur Rahma turut mencatatkan prestasi di ajang yang sama.

Di bidang akademik, dua siswa SMPN 3 Mapilli berhasil meraih juara satu pada ajang OCEANS mata pelajaran IPS dan PPKn tingkat provinsi yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Ganesha. Keduanya lolos ke tingkat nasional mewakili Sulawesi Barat di bawah bimbingan Nurlina, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, serta Syarfiah, S.Pd., guru PPKn dan Koordinator Adiwiyata sekolah.

Kepala SMPN 3 Mapilli, A. Ihsan Saleh Jaya MB, menyampaikan bahwa capaian prestasi tersebut tidak lepas dari dukungan seluruh guru dan tenaga pendidik. Ia berharap ke depan akan lahir bibit-bibit unggul baru yang mampu mengharumkan nama sekolah, daerah, bangsa, dan negara.

“Kami berharap pembinaan ini terus dikembangkan melalui OSIS dan Unit Kegiatan Kesiswaan, baik akademik maupun nonakademik. Kami juga berharap KONI Polman dapat menghadirkan program pembinaan cabang olahraga unggulan pelajar melalui Home School Sport,” tutupnya.(bdt)

IMG 20260725 WA0007
Pendidikan

Lembaga Pers Mahasiswa (Lapersma) ITBM Polewali Mandar bekerja sama dengan Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulawesi Barat menggelar Rapat Kerja dan Pelatihan Jurnalistik di lingkungan Kampus ITBM Polman, Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Jumat (25/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang mahasiswa sebagai peserta.

IMG 20260724 WA0003
Pendidikan

Sebanyak tujuh guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dipercaya menduduki jabatan definitif sebagai kepala sekolah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Selain itu, puluhan guru PPPK lainnya juga ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah sekolah.

Screenshot 20260723 201934 Gallery
Pendidikan

POLMAN, POJOKRAKYAT — Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Anggarkan Rp. 250 jutaan untuk pendataan sekolah rusak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah pertama (SMP) yang tersebar disejumlah Kecamatan di Polman. Rabu 23 Juli 2026.

Data dan informasi yang dihimpun, pendataan tingkat kerusakan sekolah ini tersebar dibeberapa Kecamatan dengan nilai anggaran yang berbeda-beda.

1. Wilayah Kecamatan Limboro, Alu dan Tutar Rp. 50 Juta.
2. Wilayah Kecamatan Binuang, Polewali, Anreapi dan Matakali Rp. 41 juta.
2. Wilayah Wonomulyo, Tapango dan Matangnga Rp. 31 Juta.
3. Wilayah Campalagian, Balanipa dan Tinambung Rp. 43 juta.
4. Mapilli, Luyo dan Bulo Rp. 33 Juta.
5. Pendataan Sekolah rusak SMP Rp. 52 juta

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan (Sarpras) Gunawan menjelaskan bahwa pendataan sekolah rusak untuk menindaklanjuti hasil temuan dari BPK, karena data tingkat kerusakan yang terinput di Dapodik yang dilakukan oleh sekolah dianggap belum valid oleh BPK sehingga kita Menindaklanjuti temuan BPK tersebut dengan melakukan pendataan dan verifikasi kembali di semua SD dan SMP di Kab. Polman.

“kita melibatkan 20 orang tenaga ahli yang memiliki latar pendidikan teknik yang mengerti tentang analisis kerusakan bangunan,” jelas Kepala Bidang Sarpras Gunawan.

Inti dari kegiatan tersebut adalah Menindaklanjuti rekomendasi BPK seandainya tidak ada temuan atau rekomendasi BPK Kami tidak akan melakukan proses itu karena memang sudah dilakukan oleh sekolah, namun datanya dianggap belum valid oleh BPK sehingga kami melakukan proses pendataan kembali yang dilakukan oleh tim teknis yang punya latar belakang pendidikan teknis. Tegasnya.

Sementara untuk besaran anggaran tiap Kecamatan berbeda, Gunawan menjelaskan, “kalau saya tidak salah, dihitung secara proporsional berdasarkan jumlah sekolah yang diverifikasi kembali dan dihitung analisis tingkat kerusakannya.” tuturnya

Ia menambahkan, jika dilihat dari total anggaran bisa digunakan untuk rehabilitasi ruangan satu kelas, tetapi Rp. 250 juta ini dibagi 420 sekolah nilai anggaran untuk satu sekolah hanya Rp. 500 ribuan saja.

“Setiap sekolah memiliki 12 ruang kelas yang dilakukan pendataan dan perhitungan, sebenarnya anggaran ini sangat kecil.” ujarnya.

Ia menargetkan pendataan ini rampung pada bulan Agustus yang akan datang.(arf)

IMG 20260515 WA0003
Pendidikan

Ribuan pasang mata larut dalam suasana haru, khidmat, dan penuh kebanggaan pada pelaksanaan Khataman Sharaf XI dan Haflatul Ikhtitam VIII Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga, Kamis, 14 Mei 2026. Di tengah derasnya arus zaman, krisis adab, dan tantangan moral generasi muda, pesantren kembali ditegaskan sebagai benteng terakhir penjaga akhlak dan karakter bangsa.