POLMAN, POJOKRAKYAT.ID – Sebuah tonggak sejarah baru dalam pembangunan manusia berhasil ditorehkan oleh Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kabupaten ini resmi mencatatkan diri sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kategori Tinggi, sebuah pencapaian yang menandakan akselerasi signifikan dalam kualitas hidup masyarakatnya. Minggu 28 Desember 2025.
Secara statistik, IPM Polewali Mandar menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dari tahun ke tahun. Pada tahun 2024, angka IPM berada di level 69,88. Namun, melalui berbagai intervensi program yang efektif, angka tersebut melonjak menjadi 70,71 pada tahun 2025.
Melompat dari “Sedang” ke “Tinggi”
Kenaikan sebesar 0,83 poin ini bukan sekadar deretan angka. Secara metodologis, pencapaian ini merupakan momen krusial bagi Polman. Selama beberapa tahun terakhir, kabupaten ini berada pada kategori SEDANG (rentang 60,00-69,00). Dengan menembus angka 70,71, Polman kini resmi naik kelas ke kategori TINGGI (rentang 70,00-79,99).
Keberhasilan ini mencerminkan keberhasilan sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dengan partisipasi aktif masyarakat dalam memajukan sektor-sektor fundamental.
Empat Pilar Pendongkrak Kemajuan
Peningkatan IPM di Polewali Mandar tidak terjadi secara instan, melainkan didorong oleh penguatan pada empat indikator utama pembangunan manusia:
1. Angka Harapan Hidup (AHH): Peningkatan pada sektor ini mencerminkan perbaikan nyata pada derajat kesehatan masyarakat, akses terhadap layanan medis yang lebih baik, serta kesadaran akan pola hidup sehat yang kian meningkat.
2. Rata-rata Lama Sekolah (RLS): Indikator ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas pendidikan pada penduduk usia dewasa. Hal ini menjadi bukti bahwa angkatan kerja di Polman semakin kompetitif dan memiliki bekal edukasi yang lebih solid.
3. Harapan Lama Sekolah (HLS): Melalui peningkatan HLS, terlihat bahwa akses dan keberlanjutan pendidikan bagi anak usia sekolah semakin terjamin. Kebijakan untuk menekan angka putus sekolah mulai membuahkan hasil nyata.
4. Pengeluaran Per Kapita: Dari sisi ekonomi, kenaikan pengeluaran per kapita menggambarkan daya beli masyarakat yang menguat serta tingkat kesejahteraan ekonomi yang lebih merata.
“Pencapaian ini adalah validasi bahwa arah pembangunan manusia di Polewali Mandar sudah berada di jalur yang benar. Fokus pada kesehatan, pendidikan, dan ekonomi kerakyatan menjadi kunci utama transformasi ini.”
Menatap Masa Depan
Dengan status baru sebagai kabupaten berkategori IPM Tinggi, tantangan ke depan bagi Polewali Mandar adalah mempertahankan momentum pertumbuhan ini.
Pemerintah daerah diharapkan terus berinovasi agar kualitas hidup masyarakat tidak hanya meningkat secara statistik, tetapi juga dirasakan manfaatnya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Pencapaian ini menempatkan Polewali Mandar sebagai salah satu mercusuar pembangunan manusia di wilayahnya, sekaligus memberikan optimisme baru bagi percepatan pembangunan di masa mendatang.(rls)













