POLMAN, POJOKRAKYAT — Direktur CV Arafah Abadi Sukmawati bantah informasi yang dinilai mengdeskreditkan perusahaannya yang dicurigai memiliki motif tertentu. Minggu 05 April 2026.
Direktur CV Arafah Abadi menyampaikan bahwa informasi yang beredar disalah satu paltform media sosial yang menyudutkan CV Arafah Abadi adalah informasi hoaks atau informasi yang menyesatkan.
Ia kemudian membeberkan bahwa pengadaan bibit kakao APBN untuk lokus Sulbar, CV Arafah Abadi memiliki progres tercepat dibanding seluruh penyelenggara kegiatan yang ada.
“Tuduhan terhadap kami melaksanakan jumlah yang jumbo sangat lucu, karena justru Arafah Abadi yang memiliki nilai proyek yang terkecil dibanding perusahaan lain,” ujar Sukmawati.
Nilai proyek kami kerjakan adalah yang terkecil tetapi progres pekerjaan kami yang tercepat diantara perusahaan lainnya.tambahnya.
Ia juga membantah tuduhan bahwa CV Arafah Abadi menggunakan bibit yang tidak bersertifikat, menurutnya hal tersebut tidak sangat mendasar.
“Kami hanya menggunakan benih yang memiliki sertifikat mutu benih (SMB) karena SMB merupakan salah satu syarat pengajuan pembayaran,” terang Sukmawati.
Adapun jumlah bibit tidak perlu diragukan jumlahnya, karena kami menangkar benih telah dilebihkan 20% sesui persyaratan kontrak. Walaupun ada bibit yang mati atau tidak berhasil dalam proses penyambungan, jumlah yang tersedia masih lebih dari cukup.
Ia meminta agar media yang ada tidak mengeluarkan informasi yang hoaks yang dapat merugikan pihak tertentu agar terhindar dari tuntutan hukum. (Adv)














