Pendidikan

Mapia Edukasi Warga Kelola Sampah Rumah Tangga

×

Mapia Edukasi Warga Kelola Sampah Rumah Tangga

Sebarkan artikel ini
IMG 20260419 WA0013 scaled
Anggota DPR RI Ajbar saat memberikan sambutan dalam kegiatan peduli lingkungan.

POLMAN, POJOKRAKYAT – Semangat menjaga lingkungan hidup kembali menggema di Kelurahan Madatte, Lingkungan Gernas, Kabupaten Polewali Mandar, saat Yayasan Mandar Peduli Lingkungan (MAPIA) menggelar Aksi Bersih Lingkungan dan Edukasi Kelola Sampah dari Rumah, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan ini mendapat perhatian luas karena dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PAN, Ajbar Abdul Kadir, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati lingkungan. Aksi tersebut menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.

Selain melibatkan relawan dan warga setempat, kegiatan ini juga dihadiri oleh Komisioner KPU Polman Heri Dahnur Syam, Ketua Penasihat MAPIA Ir. M. Fahruddin Wahid, Ketua Yayasan Annur Baiturrahim, Ketua Ansor, Ketua GMNI, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua Yayasan Mandar Peduli Lingkungan MAPIA, Trisno Apri Nugroho, dalam laporannya mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program lingkungan yang didukung oleh lembaga internasional Polu Norwegia melalui fasilitasi Kementerian Kehutanan. Dari ribuan peserta yang mendaftar secara nasional, MAPIA berhasil menjadi satu-satunya lembaga dari Sulawesi Barat yang lolos dalam program tersebut.

“Dari 2.032 pendaftar se-Indonesia, hanya 302 yang dinyatakan lolos, dan di Sulawesi Barat hanya Mandar Peduli Lingkungan yang mendapat kesempatan ini. Ini menjadi amanah besar bagi kami untuk terus bergerak,” ujar Trisno.

Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah peralatan yang digunakan dalam kegiatan tersebut merupakan hasil daur ulang limbah, termasuk kompor berbahan oli bekas dan perangkat pengeras suara rakitan tim teknis internal MAPIA. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa sampah dapat diolah menjadi barang bernilai guna.

Tak hanya fokus pada kebersihan, MAPIA juga memperkenalkan program lanjutan berupa “Calon Pengantin Tanam Pohon” sebagai bentuk dukungan terhadap target Indonesia Net Zero Emission 2030.

Menurut Trisno, data di Polewali Mandar menunjukkan terdapat 3.341 pasangan calon pengantin pada tahun 2025, sehingga jika setiap pasangan menanam dua pohon, maka akan ada lebih dari 6.600 pohon baru yang tumbuh di daerah tersebut.

Sementara itu, Ajbar Abdul Kadir menyampaikan apresiasinya terhadap langkah nyata yang dilakukan MAPIA dalam menjawab persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di daerah.

“Kesadaran mengelola sampah harus dimulai dari rumah. Apa yang dilakukan MAPIA hari ini adalah contoh konkret bagaimana masyarakat bisa menjadi bagian dari solusi lingkungan. Gerakan seperti ini patut mendapat dukungan serius dari pemerintah,” kata Ajbar.

Ajbar menilai, gerakan berbasis komunitas seperti ini memiliki dampak besar dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam memilah dan mengelola sampah rumah tangga sebelum menjadi beban lingkungan.

Ketua Penasihat MAPIA, Ir. M. Fahruddin Wahid, menambahkan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar aksi seremonial, melainkan bagian dari gerakan berkelanjutan untuk menanamkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi gerakan bersama yang terus hidup, bukan hanya hari ini. Edukasi kepada masyarakat adalah kunci agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh secara kolektif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara masyarakat, lembaga sosial, tokoh agama, dan pemerintah menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di Polewali Mandar.

Kegiatan ditandai dengan aksi bersih bersama di sekitar kawasan pemukiman warga dan fasilitas umum di Lingkungan Gernas.

Kehadiran langsung Anggota DPR RI Ajbar Abdul Kadir dalam kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa isu lingkungan kini semakin mendapat perhatian di tingkat nasional, sekaligus memberi energi baru bagi gerakan peduli lingkungan yang tumbuh dari masyarakat akar rumput di Polewali Mandar.

Kehadiran Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PAN, Ajbar Abdul Kadir, dalam kegiatan ini memperkuat pesan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga dan pelestarian lingkungan bukan lagi sekadar isu lokal, melainkan telah menjadi agenda penting yang membutuhkan dukungan lintas sektor dari daerah hingga pusat.(*)

IMG 20260725 WA0007
Pendidikan

Lembaga Pers Mahasiswa (Lapersma) ITBM Polewali Mandar bekerja sama dengan Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulawesi Barat menggelar Rapat Kerja dan Pelatihan Jurnalistik di lingkungan Kampus ITBM Polman, Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Jumat (25/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang mahasiswa sebagai peserta.

IMG 20260724 WA0003
Pendidikan

Sebanyak tujuh guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dipercaya menduduki jabatan definitif sebagai kepala sekolah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Selain itu, puluhan guru PPPK lainnya juga ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah sekolah.

Screenshot 20260723 201934 Gallery
Pendidikan

POLMAN, POJOKRAKYAT — Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Anggarkan Rp. 250 jutaan untuk pendataan sekolah rusak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah pertama (SMP) yang tersebar disejumlah Kecamatan di Polman. Rabu 23 Juli 2026.

Data dan informasi yang dihimpun, pendataan tingkat kerusakan sekolah ini tersebar dibeberapa Kecamatan dengan nilai anggaran yang berbeda-beda.

1. Wilayah Kecamatan Limboro, Alu dan Tutar Rp. 50 Juta.
2. Wilayah Kecamatan Binuang, Polewali, Anreapi dan Matakali Rp. 41 juta.
2. Wilayah Wonomulyo, Tapango dan Matangnga Rp. 31 Juta.
3. Wilayah Campalagian, Balanipa dan Tinambung Rp. 43 juta.
4. Mapilli, Luyo dan Bulo Rp. 33 Juta.
5. Pendataan Sekolah rusak SMP Rp. 52 juta

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan (Sarpras) Gunawan menjelaskan bahwa pendataan sekolah rusak untuk menindaklanjuti hasil temuan dari BPK, karena data tingkat kerusakan yang terinput di Dapodik yang dilakukan oleh sekolah dianggap belum valid oleh BPK sehingga kita Menindaklanjuti temuan BPK tersebut dengan melakukan pendataan dan verifikasi kembali di semua SD dan SMP di Kab. Polman.

“kita melibatkan 20 orang tenaga ahli yang memiliki latar pendidikan teknik yang mengerti tentang analisis kerusakan bangunan,” jelas Kepala Bidang Sarpras Gunawan.

Inti dari kegiatan tersebut adalah Menindaklanjuti rekomendasi BPK seandainya tidak ada temuan atau rekomendasi BPK Kami tidak akan melakukan proses itu karena memang sudah dilakukan oleh sekolah, namun datanya dianggap belum valid oleh BPK sehingga kami melakukan proses pendataan kembali yang dilakukan oleh tim teknis yang punya latar belakang pendidikan teknis. Tegasnya.

Sementara untuk besaran anggaran tiap Kecamatan berbeda, Gunawan menjelaskan, “kalau saya tidak salah, dihitung secara proporsional berdasarkan jumlah sekolah yang diverifikasi kembali dan dihitung analisis tingkat kerusakannya.” tuturnya

Ia menambahkan, jika dilihat dari total anggaran bisa digunakan untuk rehabilitasi ruangan satu kelas, tetapi Rp. 250 juta ini dibagi 420 sekolah nilai anggaran untuk satu sekolah hanya Rp. 500 ribuan saja.

“Setiap sekolah memiliki 12 ruang kelas yang dilakukan pendataan dan perhitungan, sebenarnya anggaran ini sangat kecil.” ujarnya.

Ia menargetkan pendataan ini rampung pada bulan Agustus yang akan datang.(arf)

IMG 20260515 WA0003
Pendidikan

Ribuan pasang mata larut dalam suasana haru, khidmat, dan penuh kebanggaan pada pelaksanaan Khataman Sharaf XI dan Haflatul Ikhtitam VIII Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga, Kamis, 14 Mei 2026. Di tengah derasnya arus zaman, krisis adab, dan tantangan moral generasi muda, pesantren kembali ditegaskan sebagai benteng terakhir penjaga akhlak dan karakter bangsa.