Berita

HMI Cabang Polman Kecam Rangkap Jabatan, Pernyataan Sekda dan Ketua DPRD Dinilai Cederai Etika Birokrasi

Pojoknews
×

HMI Cabang Polman Kecam Rangkap Jabatan, Pernyataan Sekda dan Ketua DPRD Dinilai Cederai Etika Birokrasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260509 WA0002 scaled
Anggota HMI Cabang Polman Iqbal.

POLEWALI MANDAR – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polewali Mandar mengeluarkan kritik keras terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terkait praktik rangkap jabatan di lingkungan birokrasi. HMI menilai, pernyataan yang dilontarkan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Ketua DPRD Polman menunjukkan adanya degradasi pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan yang baik.

Menanggapi polemik tersebut, Pengurus HMI Cabang Polman, Iqbal, menyatakan bahwa dalih kebijakan bupati yang digunakan oleh Sekda Nursaid merupakan bentuk lepas tangan birokrasi. Sebelumnya, Sekda menyatakan bahwa pihaknya hanya pelaksana tugas dan seluruh kebijakan berada di tangan Bupati.

“Jika benar itu murni kebijakan Bupati, maka kami menilai Bupati-lah yang tidak memiliki etika birokrasi dan gagal memahami tata kelola pemerintahan. Memberikan sejumlah jabatan strategis kepada satu orang bukan hanya tidak efektif, tapi itu adalah bentuk keserakahan administratif,” tegas Iqbal, Jumat (8/5/2026).

HMI menyoroti bahwa dampak nyata dari rangkap jabatan adalah ketidakefektifan kinerja. Seseorang tidak akan mungkin fokus menjalankan dua atau lebih tanggung jawab besar secara bersamaan tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.

“Implikasinya jelas: rangkap gaji tapi kinerjanya minus. Ini sangat melukai rasa keadilan masyarakat Polman, di saat banyak putra-putri daerah berbakat lainnya bisa diberdayakan, jabatan justru ditumpuk pada orang yang itu-itu saja,” lanjutnya.

Tak hanya birokrasi, HMI juga menyayangkan pernyataan Ketua DPRD Polman dalam RDP, Fahri Fadly, yang menyebut rangkap jabatan bukan masalah selama tidak ada regulasi yang dilanggar. Fahri bahkan sempat berujar berseloroh bahwa jika dirinya bisa merangkap jabatan, ia pun ingin menjadi Bupati.

“Pernyataan Ketua DPRD itu sangat memprihatinkan. Seolah-olah jabatan pemerintahan ini hanya soal bagi-bagi kursi. Jika yang punya kursi mengizinkan, maka boleh duduk. Logika ini sangat dangkal dan menjatuhkan marwah lembaga legislatif,” ujar Iqbal.

HMI menilai sikap Ketua DPRD Polman menunjukkan ketidakberanian dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap eksekutif. “Kami melihat ada indikasi Ketua DPRD takut berhadapan dengan Pemda, sehingga memilih berlindung di balik celah regulasi tanpa mempertimbangkan aspek kepatutan dan etika publik.”

HMI Polman memberikan beberpa poin tegas dalam pernyataannya;
1.HMI menegaskan bahwa sesuatu yang mungkin ‘tidak melanggar regulasi secara eksplisit’ belum tentu benar secara etika. Birokrasi bukan sekadar aturan hitam di atas putih, tapi soal kepantasan.
2.Rangkap jabatan menciptakan potensi konflik kepentingan yang tinggi dan menutup ruang kaderisasi di internal birokrasi Polman.
3.Sebaiknya sekda mundur dan fokus membantu Bupati dalam perumusan kebijakan, masih banyak masalah dipolman yang perlu diselesai. Belum ada hasil di sekda, mau lagi kerja yang lain. Begitu dengan ASN lain yang rangkap jabatan.
4.Sikap permisif DPRD terhadap kebijakan rangkap jabatan membuktikan bahwa fungsi pengawasan di Polewali Mandar sedang tidak berjalan dengan baik.
5.Kami akan segera Membuat laporan ke Onbusman atas kebijak bupati yang telah mencederai pemerintahan

HMI Cabang Polman mendesak Bupati untuk segera mengevaluasi seluruh jabatan rangkap di lingkungan Pemkab Polman dan menempatkan pejabat sesuai tupoksinya dan kerjanya jelas, bukan menumpuk jabatan pada satu orang.(rls)

Screenshot 20260602 185432 Gallery
Berita

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mendorong pembentukan forum rembuk desa di seluruh desa sebagai upaya memperbaiki dan memutakhirkan data kemiskinan. Langkah tersebut dinilai penting agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

Screenshot 20260602 220559 Chrome
Berita

POLEWALI MANDAR — Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, menghadiri sekaligus membuka kompetisi sepak bola usia dini kategori U-10 dan U-12 dalam rangka Pra Piala Presiden di Lapangan Sport Center HSM Mapilli, Kecamatan Luyo, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan sepak bola usia dini sekaligus wadah menumbuhkan karakter generasi muda melalui olahraga.

Dalam sambutannya, Fahry menegaskan bahwa turnamen usia dini memiliki peran penting dalam membentuk disiplin, sportivitas, hingga mental juara bagi anak-anak.

“Kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting, bukan hanya sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter, disiplin, sportivitas, kerja sama tim, dan mental juara bagi generasi muda,” ujar Fahry.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan sejak dini akan membuka peluang lahirnya atlet-atlet berbakat yang nantinya mampu membawa nama daerah ke tingkat lebih tinggi.

Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly memberikan sambutan pada pembukaan kompetisi Pra Piala Presiden U-10 dan U-12

“Dari lapangan inilah kita berharap lahir bibit-bibit pesepak bola berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama Polewali Mandar, Sulawesi Barat, bahkan Indonesia,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan membangun mental positif, bukan hanya mengejar kemenangan semata.

“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar bertanding dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati wasit, pelatih, dan sesama pemain. Menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, tetapi karakter yang baik dan semangat pantang menyerah adalah kemenangan yang sesungguhnya,” lanjutnya.

Fahry menegaskan, DPRD Polewali Mandar mendukung pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia unggul di daerah.

“DPRD Kabupaten Polewali Mandar mendukung upaya pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan menghasilkan atlet-atlet muda yang berprestasi,” tutupnya.