Berita

Penyaluran Kurban Lewat Kejati Dipertanyakan Warganet, Pemprov Sulbar Disorot

Pojoknews
×

Penyaluran Kurban Lewat Kejati Dipertanyakan Warganet, Pemprov Sulbar Disorot

Sebarkan artikel ini
IMG 20260526 WA0009


‎MAMUJU,POJOKRAKYAT — Penyerahan dua ekor sapi kurban dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah menuai sorotan publik di media sosial.

‎Bantuan hewan kurban yang diserahkan pada Senin (25/5/2026) itu disebut sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka atau SDK, sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antarinstansi.

‎Namun, kebijakan tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat usai pstingan facebook dibagikan Asriawan Kaco yang dipublikasikan oleh media online Mesakada di Facebook.

‎Sejumlah warganet mempertanyakan alasan penyaluran bantuan kurban dilakukan melalui institusi penegak hukum, bukan langsung kepada masyarakat miskin atau instansi sosial.

‎Akun Facebook bernama Jalal Kalaki dalam kolom komentar menuliskan bahwa bantuan tersebut kemungkinan hanya disalurkan melalui kejaksaan sebelum nantinya dibagikan kepada masyarakat kurang mampu.

‎“Setau sy bantuan itu hanya melalui kejaksaan, dan dagingx nant itu dibagikan ke masyarakat yg kurang mampu,” tulisnya.

‎Komentar lain datang dari akun Ma’ruf Asri yang mempertanyakan urgensi penyerahan hewan kurban kepada Kejati Sulbar. Ia menilai jika tujuan utama kurban diperuntukkan bagi masyarakat miskin, maka penyalurannya seharusnya bisa dilakukan melalui dinas yang memiliki data sosial lebih jelas.

‎“Kalau kurban ini diperuntukkan untuk masyarakat miskin, kenapa mesti ke kejaksaan, kenapa bukan ke dinas sosial saja. Jelas datanya, dari masyarakat miskin setengah, pura-pura miskin sampai miskin sekali ada di sana,” tulisnya.

‎Komentar-komentar tersebut memperlihatkan adanya pertanyaan publik terkait pola distribusi bantuan sosial pemerintah, terlebih di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih belum merata.

‎Sorotan publik juga dinilai wajar muncul karena masyarakat berharap bantuan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan sosial dan keagamaan, dapat disalurkan secara tepat sasaran serta transparan.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Pemprov Sulbar maupun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat terkait mekanisme distribusi daging kurban kepada masyarakat penerima manfaat.

‎Meski demikian, sebagian masyarakat berharap polemik tersebut tidak sekadar menjadi perdebatan di media sosial, melainkan menjadi bahan evaluasi agar program sosial pemerintah ke depan lebih terbuka dan mudah dipahami publik.(bdt)

Screenshot 20260602 185432 Gallery
Berita

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mendorong pembentukan forum rembuk desa di seluruh desa sebagai upaya memperbaiki dan memutakhirkan data kemiskinan. Langkah tersebut dinilai penting agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

Screenshot 20260602 220559 Chrome
Berita

POLEWALI MANDAR — Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, menghadiri sekaligus membuka kompetisi sepak bola usia dini kategori U-10 dan U-12 dalam rangka Pra Piala Presiden di Lapangan Sport Center HSM Mapilli, Kecamatan Luyo, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan sepak bola usia dini sekaligus wadah menumbuhkan karakter generasi muda melalui olahraga.

Dalam sambutannya, Fahry menegaskan bahwa turnamen usia dini memiliki peran penting dalam membentuk disiplin, sportivitas, hingga mental juara bagi anak-anak.

“Kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting, bukan hanya sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter, disiplin, sportivitas, kerja sama tim, dan mental juara bagi generasi muda,” ujar Fahry.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan sejak dini akan membuka peluang lahirnya atlet-atlet berbakat yang nantinya mampu membawa nama daerah ke tingkat lebih tinggi.

Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly memberikan sambutan pada pembukaan kompetisi Pra Piala Presiden U-10 dan U-12

“Dari lapangan inilah kita berharap lahir bibit-bibit pesepak bola berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama Polewali Mandar, Sulawesi Barat, bahkan Indonesia,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan membangun mental positif, bukan hanya mengejar kemenangan semata.

“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar bertanding dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati wasit, pelatih, dan sesama pemain. Menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, tetapi karakter yang baik dan semangat pantang menyerah adalah kemenangan yang sesungguhnya,” lanjutnya.

Fahry menegaskan, DPRD Polewali Mandar mendukung pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia unggul di daerah.

“DPRD Kabupaten Polewali Mandar mendukung upaya pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan menghasilkan atlet-atlet muda yang berprestasi,” tutupnya.