POLMAN, POJOKRAKYAT.ID — DPRD Kabupaten Polewali Mandar (Polman) merespons sorotan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terkait antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) dan persoalan distribusi gas LPG di sejumlah titik di Polman.
Ketua DPRD Polman Fahri Fadly menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut. DPRD bahkan membuka opsi melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama untuk mengecek kondisi distribusi BBM dan LPG di lapangan.
“Kalau perlu kita sama-sama turun sidak dan kita berlakukan ganjil genap,” ujar Fahri saat menerima aspirasi HMI, Selasa (6/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi keluhan HMI mengenai antrean panjang di sejumlah SPBU yang dinilai menyulitkan masyarakat, khususnya pengguna kendaraan dan pelaku usaha yang bergantung pada ketersediaan BBM.
HMI juga meminta pemerintah menindak pengecer yang menjual BBM dengan harga lebih tinggi serta memperketat pengawasan distribusi BBM dan LPG agar penyalurannya tepat sasaran.
Fahri mengatakan DPRD akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan HMI. Jika diperlukan, DPRD bersama pihak terkait akan turun langsung melakukan pengecekan untuk mengetahui kondisi distribusi BBM dan LPG di lapangan.
Opsi penerapan sistem ganjil-genap juga disebut sebagai salah satu langkah yang dapat diberlakukan untuk mengantisipasi antrean kendaraan di SPBU.
Sementara itu, HMI meminta pemerintah daerah dan instansi terkait tidak hanya melakukan evaluasi, tetapi juga mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat.
Aspirasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan tindak lanjut DPRD Polman bersama pihak terkait untuk mengevaluasi sistem distribusi dan pengawasan BBM serta LPG di wilayah Polman.(al/*)













