Daerah

Biaya Makan Minum Rapat dan Jamuan Tamu, Pemkab Polman Habiskan Rp. 22,6 Miliar

×

Biaya Makan Minum Rapat dan Jamuan Tamu, Pemkab Polman Habiskan Rp. 22,6 Miliar

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2024 0401 232631

POLEWALI, POJOKRAKYAT — Biaya makan minum rapat dan jamuan tamu, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar habiskan Rp. 22, 6 Miliar tahun anggaran 2023.

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun, pada tahun 2023 lalu belanja makananan dan minuman Pemkab Polman baik eksekutif maupun Legislatif Rp. 22,6 miliar yakni Rp. 21 miliar untuk Eksekutif dan Rp. 1,6 miliar untuk legislatif atau untuk belanja makan dan minum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polman.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Polman Muh Nawir menyampaikan, anggaran makan minum itu untuk seluruh OPD yang ada di Polman bukan untuk satu intsansi saja.

“untuk di laporan realisasi memang itu dicatat akumulasi selama setahun belanja untuk semua OPD sehingga jumlahnya kelihatan besar.” jelas Kepala BKAD Polman Muh Nawir. saat dikonfirmasi diruang kerjanya Kamis 21 Maret.

Data dan informasi yang dihimpun, anggaran belanja makanan dan minuman rapat tahun anggaran 2023 yakni Rp. 18 miliar yang direalisasikan Rp. 16,5 miliar atau 91, 85 persen. Sementara realisasi tahun 2022 untuk belanja makanan dan minuman rapat Rp. 12 miliar.

Kemudian, belanja makanan dan minuman jamuan tamu Rp. 5,1 miliar atau terealisasi 96,98 persen. Kemudian tahun 2022 terealisasi Rp. 6,1 miliar.

Terpisah, Sekertaris Dewan (Sekwan) DPRD Polman Budi Abdullah menyampaikan, anggaran makan minum Rp.1,6 miliar bukan untuk unsur pimpinan dan semua anggota DPRD Polman saja, tapi anggaran untuk makan minum rapat dan tamu yang datang ke DPRD Polman. (bdt)

Screenshot 20251107 185449 Gallery
Daerah

Bupati Polewali Mandar (Polman) H. Samsul Mahmud belum menetapkan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wai Tipalayo meski Panitia Seleksi (Pansel) telah menyerahkan tiga nama calon direktur sejak awal Agustus 2026.

IMG 20260919 WA0006
Daerah

Kemarau panjang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Kondisi ini mulai berdampak pada ketersediaan air bersih hingga lahan pertanian dan perkebunan warga.