PINRANG, POJOK RAKYAT — Tanggapi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Management Rumah Sakit’ Umum Daerah (RSUD) Lasinrang Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Barat sebut penyidik BPK terburu-buru sehingga keliru dalam mengeluarkan rekomendasi.
Penanggungjawab Barang dan Jasa RSUD Lasinrang menyampaikan, pada saat pemeriksaan BPK di RSUD Lasinrang ada dua yang diperiksa yakni barang dan mobil sehingga ia dan rekannya terpisah ke tim BPK yang masing-masing melakukan pemeriksaan.
“Saya bingung saat itu mana yang diminta diperiksa BPK baru mereka juga kejar waktu sudah mau pulang na belum selesai pemeriksaannya, BPK buru-buru dalam melakukan pemeriksaan,” jelas Kepala Bidang Barjas RSUD Lasinrang Hasna Kamis 10 Oktober 2024.
Barang yang dimaksud dalam rekomendasi BPK sudah diusulkan untuk dihapus barangnya datang 2013 dan penyesuaian surat hibahnya datang ditahun 2019. tambahnya sembari menunjukkan unit X Rai yang sudah rusak.
Ia juga mengaku tidak tahu menahu alasan rentan waktu dokumen hibahnya terlalu jauh yakni barang diadakan 2013 tapi dokumen hibah datang 2019.
Ditempat yang sama, Direktur RSUD Lasinrang enggan berkomentar terlalu jauh terkait LHP BPK terkait alat-alat kesehatan RSUD Lasinrang,”kita tidak menyalahkan LHP BPK tetapi data kami juga lengkap,” jelasnya.
Ia mengaku tidak pernah melakukan klarifikasi tindak lanjut terkait temuan BPK tersebut maupun tindak lanjut dari Inspektorat Pinrang.
Sebelumnya, dalam LHP BPK-RI Perwakilan Sulawesi Selatan atas LKPD Kab. Pinrang TA. 2023, tanggal 28 Mei 2024. Bahwa, Hasil pemeriksaan fisik tanggal 27 April 2023, sebanyak 51 alat kedokteran senilai Rp 13 Miliar itu dalam kondisi rusak berat dan tidak diketahui keberadaannya.(*)