Advertorial

Menjaring Rezeki dari Sambung Pucuk Kakao di Penangkaran CV Arafah Abadi

Pojoknews
×

Menjaring Rezeki dari Sambung Pucuk Kakao di Penangkaran CV Arafah Abadi

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260415 211159 Gallery
Proses penyambungan batang atas di penangkaran CV Arafah Abadi di Desa Duampanua Kecamatan Anreapi Polman Sulbar. Rabu 15/042026.

POLMAN, POJOK RAKYAT — Di bawah terik matahari Desa Duampanua, suara sayatan pisau kecil terdengar bersahut-sahutan. Di antara deretan bibit kakao muda, tangan-tangan terampil warga bergerak lincah menyambung pucuk kakao, sebuah proses sederhana yang kini menghadirkan harapan besar. Rabu 15 April 2026.

Bagi sebagian orang, pekerjaan ini mungkin terlihat rutin. Namun bagi Juhari, warga Kecamatan Tutar, setiap sambungan yang ia buat adalah peluang untuk memperbaiki kehidupan.

Screenshot 20260415 211224 Gallery
Sejumlah pekerja tengah melakukan proses penyambungan entris kakao di penangkaran bibit CV Arafah Abadi, Rabu 15/04/2026.

Ia bersama belasan pekerja lain terlibat dalam program bantuan bibit kakao bersertifikat dari pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia,”Dalam sehari kami bisa menyambung 300 sampai 400 pohon. Kerjanya borongan, jadi tergantung dari hasil kerja kami juga,” ujarnya dengan senyum tipis, tanpa menghentikan tangannya.

Kegiatan ini tak hanya melibatkan warga setempat. Sejumlah pekerja dari Kecamatan Tutar rela menempuh perjalanan jauh demi ikut ambil bagian. Mereka bekerja sama membantu CV Arafah Abadi dalam proses penting budidaya kakao tersebut.

Di sela kesibukan, canda ringan terdengar di antara para pekerja. Nuhung, salah satunya, mengaku pekerjaan ini memberi warna baru dalam kesehariannya. Selain bertani, kini ia memiliki sumber penghasilan tambahan yang cukup membantu kebutuhan keluarga, ” Senang sekali bisa ikut. Ada tambahan pemasukan juga, jadi lebih ringan,” tuturnya.

Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas kakao melalui bibit unggul, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata. Lapangan kerja terbuka, interaksi sosial terjalin, dan harapan tumbuh di tengah masyarakat.

Sementara itu, pihak pelaksana memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar. Program pengadaan bibit kakao ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat sektor perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bibit kakao 2025–2026 Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Inugraha, memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur. Ia menjelaskan bahwa sebagai bagian dari kegiatan produksi benih kakao Tahun Anggaran 2025 yang berlanjut ke 2026, seluruh penyedia di Sulawesi Barat telah menyelesaikan tahap pertama dengan baik.

“Sebagaimana hasil pemeriksaan oleh tim teknis baik dari provinsi maupun kabupaten/kota, seluruh tahapan awal telah dilaksanakan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Di Desa Duampanua, program sambung pucuk kakao bukan sekadar teknik pertanian. Ia telah menjadi simbol tentang kerja keras, kolaborasi, dan harapan yang terus tumbuh, setangguh batang kakao yang mulai bersemi.(*)