Berita

Antara Visi dan Genangan: Polewali Mandar dalam Siklus yang Itu-Itu Saja

Pojoknews
×

Antara Visi dan Genangan: Polewali Mandar dalam Siklus yang Itu-Itu Saja

Sebarkan artikel ini
IMG 20250904 WA0001
Koordinator JOL Erwin saat melakukan aksi unjukrasa di depan gerbang kantor Bupati Polman. Kamis 04 September 2025.

POLMAN, POJOKRAKYAT — Di Polewali Mandar, visi pembangunan itu terdengar seperti doa panjang setelah salat: sehat, cerdas, maju, berbudaya, berwawasan lingkungan. Lengkap. Khusyuk. Tinggal diaminkan. Rabu 29 April 2026.

Masalahnya, setiap hujan turun yang mengaminkan justru genangan air.
Jalanan berubah jadi kolam dadakan. Drainase mampet. Warga sudah hafal pola aliran air, bahkan mungkin lebih hafal daripada peta tata ruang pemerintah. Kalau ini dilombakan, mungkin sudah ada medali untuk kategori “bertahan hidup di tengah visi”.

Lalu masuklah tokoh utama kita. “TPST Paku.”
Diuji coba tahun lalu, difoto, diresmikan, dipuji. Semua berjalan sesuai skenario, sampai akhirnya berhenti di titik paling Indonesia. “menunggu fasilitas pendukung.”

Kata Plt DLHK, TPST ini belum bisa jalan karena masih menunggu pasokan gas CNG.
Luar biasa. Kita akhirnya punya teknologi pengelolaan sampah modern yang kalah oleh kompor gas di dapur ibu-ibu.

Bayangkan ini.
Kita sudah bangun “pabrik masa depan”, tapi operasionalnya tergantung pada tabung gas yang masih OTW entah dari mana. Ini bukan lagi soal teknis, ini sudah masuk genre drama logistik.

Sementara itu, sampah tidak ikut menunggu.
Dia tidak peduli ada CNG atau tidak. Dia kerja tiap hari. Konsisten. Disiplin. Bahkan mungkin lebih disiplin daripada sebagian program pemerintah.
Sampah menumpuk.
Masuk ke drainase.
Drainase tersumbat.
Hujan turun.
Banjir datang.
Ini bukan siklus alam. Ini kurikulum tetap.

Dan di tengah semua itu, pemerintah tetap terlihat sibuk mengurus hal-hal besar. “sinkronisasi program nasional, rapat koordinasi, kunjungan kerja, dan tentu saja, foto bersama yang tampak kering, bersih, dan bebas genangan.”

Sementara di luar frame, warga sedang berenang dalam realitas.

Ironinya sederhana.
kita punya visi “bebas banjir”, tapi air tetap datang tanpa izin. kita punya TPST, tapi sampah tetap jalan sendiri. kita punya rencana, tapi yang benar-benar bekerja justru masalahnya.

Mungkin memang begini konsep “berwawasan lingkungan” versi kita.!
lingkungan dibiarkan bekerja sendiri, pemerintah cukup mengawasi dari jauh.
Dan sampai hari itu berubah, TPST akan tetap menunggu gas, drainase akan tetap menunggu kesadaran, dan warga akan tetap menunggu, entah mana yang datang lebih dulu. solusi, atau hujan berikutnya.(rls)

IMG 20260429 WA0008
Berita

Dalam rangka mendorong percepatan proses perizinan NIB di dinas PTSP Kabupaten Polman, Bidang Pelayanan menggelar rapat koordinasi bersama Lurah dan pihak Kecamatan.Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan, Deddy Irawan mewakili kepala dinas PTSP,Rabu 29 April 2026 di ruang pertemuan kantor DPMPTSP Polman.

IMG 20260429 WA0004
Berita

Semangat kemandirian pertanian terus digaungkan oleh para petani milenial di Sulawesi Barat (Sulbar). Di tengah berbagai program pengadaan bibit kakao dan kopi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, mereka berharap potensi lokal yang telah tersedia di daerah dapat menjadi prioritas utama untuk dikembangkan.