POLMAN, POJOKRAKYAT — Sekertaris Dewan DPRD Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Muhammad Akbar sesalkan tindakan mahasiswa yang melakukan aksi protes dengan mencoret dinding gedung DPRD Polman. Selasa 05 Mei 2026.
Muh Akbar mengatakan, seharusnya penyampaian aspirasi disampaikan dengan cara yang intelektual bukan dengan mencoret dinding, penyampaian aspirasi dapat dilakukan dengan lebih intelek.
“Kalau seperti ini yang repot Kabag Umum saya repot lagi harus beli cat baru, seharusnya kita menyampaiakan pendapat secara intelek bagaimana pendidikan bisa semakin maju,” tandas Muhammad Akbar.
Ia juga menjelaskan, tidak adanya anggota DPRD Polman yang hadir menemui Mahasiswa karena sebagian besar anggota DPRD tengah melaksanakan kegiatan luar daerah termasuk unsur pimpinan.
Sementara untuk ketua Komisi IV Agus Pranoto sedang mengikuti acara keluarga di Kabupaten Majene sehingga juga berhalangan hadir.
Muhammad Akbar berjanji akan menindaklanjuti permintaan mahasiswa untuk audiens dengan Komisi IV dan Pimpinan DPR yang diagendakan pada Kamis pekan ini. Ia juga menjelaskan jika pihaknya tidak menerima surat permintaan audiens atau penyampaian aspirasi sebelumnya.
Ditempat yang sama, Ketua Kammi Mandar Raya Rifai menyampaikan, DPRD Polman telah menghianati amanah rakyat karena tak satupun masuk berkantor.
“Isu yang kami bawa hari terkait isu nasional anggaran Pendidikan harus murni untuk pendidikan tidak boleh ada yang dipotong untuk MBG dan kesejahteraan guru non ASN harus jadi perhatian Pemerintah,” ujar Rifai di lobi kantor DPRD Polman.
Ketua GMNI Polman Barak menambahkan, poin lainnya adalah rancangan Undang-undang Sisdiknas, ia meminta agar DPRD mendesak DPR RI segera mempublikasikan RUU Sisdiknas dan dapat segera disahkan.
Ia juga menyayangkan tidak adanya anggita DPRD Polman yang berkantor, menurut keduanya menandakan anggota DPRD menghianati amanah yang diberikan rakyat sehingga aksi coret dinding pun dilakukan sebagai bentuk protes.(bdt)














