Daerah

Surat Suara DPRD Sulawesi Tenggara Nyasar di Polman

×

Surat Suara DPRD Sulawesi Tenggara Nyasar di Polman

Sebarkan artikel ini

IMG 20240214 WA0026

POLEWALI, POJOK RAKYAT.ID — Surat Suara pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara II ditemukan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Rabu 14 Februari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, surat suara dari luar daerh Sulbar ini ditemukn di TPS 007 Kelurahan Ammasangan Kecamatan Binuang dan salah satu TPS di Pekkabata Kecamatan Polewali. Ketua KPU Polman Nurjannah Waris menyampaikan, temuan adanya surat suara dari luar tersebut dituangkan dalam berita acara kejadian khusus. Ia mengatakan, yang ditemukan sebelumnya hanya C hasil perhitungan dan adanya surat suara ini karena terlewat saat proses sortir.

“semua pemilih di TPS tersebut tetap mendapatkan haknya memilih dengan diarahkan ke TPS terdekat sehingga tidak ada masyarakat yang kehilangan hak pilihnya,”jelas Ketua KPU Polman Nurjannah Waris.

Sementara terkait jumlah surat suara dari luar tersebut Nurjannah menyampaikan pihaknya belum tahu jumlahnya karena laporan dari KPPS belum masuk tetapi untuk TPS yang didapati adanya surat suara tersebut di Bimuang ada dua TPS dan ditempat lainnya belum dilaporkan.

Kemudian terkait jalannya Pemilihan hari ini, Nurjannah mengatakan, pemilihan berjalan dengan lancar tidak ada kekurangan surat suara demikin juga tinta masih banyak stok.

Ia juga menjelaskan untuk proses perhitungan suara di TPS dapat dilakukan selama dua hari, “di regulasi kamidi PKPU nomor 25 tahun 2023 dijelaskan bahwa proses perhitungan dimulai sejak selesainya pemungutan suara dan boleh dilanjut sampai tanggal 15 ditambah 12 jam tetapi tidak ada jeda,” jelasnya.(bdt)

Screenshot 20260802 130012 Gallery
Daerah

DPRD Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk pengawasan dan evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai belum optimal.

IMG 20260729 WA0003
Daerah

Pemuda Desa Paku, Abd. Rahman S, melontarkan kritik keras terhadap operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Paku yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp17 miliar. Menurutnya, berbagai persoalan yang mulai bermunculan di lapangan menjadi alarm bahwa pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi harus bertanggung jawab memastikan seluruh sistem benar-benar bekerja.