Berita

2,5 Ton Sampah Lapas Dari Lapas Dijadikan Rupiah

Pojoknews
×

2,5 Ton Sampah Lapas Dari Lapas Dijadikan Rupiah

Sebarkan artikel ini
IMG 20250428 WA0016
Kepala Dinas LHK Polman Jumadil saat menghadiri acara di Lapas Polewali.

POLMAN, POJOK RAKYAT — Dalam rangka tasyakuran hari bhakti Pemasyarakatan ke 61, kanwil direktorat jendral Pemasyarakatan Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan pemberian penghargaan kepada mitra berdampak terhadap lembaga Pemasyarakatan bertempat di mamuju tanggal 28 April 2025.

Pemerintah Kabupaten Polewali mandar termasuk salah satu mitra berdampak yang mendapatkan penghargaan khususnya terhadap Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB polewali mandar dalam hal penanganan dan pengelolaan sampah dalam Lapas.

Penyerahan penghargaan di laksanakan di Rutan kelas IIB Mamuju yang diserahkan oleh ka. Kanwil Ditjen Pemasyarakatan prov. Sulawesi barat bapak Ramdani Boy kepada Pj. Sekda Polewali Mandar H. Ahmad Sjaifuddin.

Menurut Kalapas Kelas II B Polewali Akhmad Widodo, Bc. IP., S. Sos bahwa penghargaan diberikan atas kerjasama dan kemitraan penanganan sampah dengan DLHK untuk warga binaan lapas polewali yang berjumlah 514 orang. Warga binaan tersebut diberikan makan 3 kali sehari, hal ini tentunya akan meninggalkan timbulan sampah sekitar +/- 1 ton per hari, dan Alhamdulillah atas bimbingan dan fasilitasi DLHK Polman tentang pemilahan sampah kita terapkan sehingga saat ini sudah sekitar 2.6 ton sampah ekonomis yang di tabung di bank sampah setara dengan +/- Rp. 1,6 juta. Dan saat ini masih ada sampah organik dan residu kurang lebih 55 persen yang masih perlu untuk di lakukan proses akhir dan masih butuh pendampingan sehingga sampah di Lapas polewali bisa Zero alias semua bisa diproses dan bernilai ekonomi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kab. Polewali Mandar Jumadil Tappawali yang turut serta hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa perhargaan ini diperoleh sebagai pemotivasi dan bahan edukasi bagi pemerintah dalam hal ini DLHK yang selama satu tahun terakhir melakukan edukasi dan sosialisasi penanganan sampah di Lapas ditengah permasalahan tertutupnya TPA di Polewali Mandar.

Langkah yang dilakukan adalah mengedukasi warga binaan Lapas (Narapidana) untuk melakukan pemilahan dan pengumpulan sampah yang bisa dijual kembali misal botol, gelas, kresek plastik, kemasan mie, kertas, karton, kaleng. Hal tersebut dapat dengan mudah dilaksanakan karena warga binaan akan dengan mudah mematuhi apalagi dalam status narapidana.

Sebagaimana yang disampaikan kalapas polewali, bahwa sampah organik dan residu masih terkendala, dijawab oleh kadis LHK bahwa proses pengolahan limbah organik dibutuhkan bak fermentasi untuk membuat pupuk organik demikian pula sampah residu dapat diolah menjadi BBM atau dapat dimusnahkan dengan metode insinerator ramah lingkungan yang abunya dimanfaatkan untuk pembuatan briket ataupun campuran pupuk organik. Dengan demikian harapan bahwa sampah lapas bisa zero bukanlah hal yang mustahil dilaksanakan dengan menerapkan teknologi dan memanfaatkan kondisi sosial dan psikologi warga binaan Pemasyarakatan.

Kalapas polewali mengharapkan untuk lebih mempererat sinergitas antara pengelolaan sampah kedepan akan dilakukan penandatangan PKS Penanganan Sampah dan bantuan kebersihan lingkungan Kota Polewali Mandar.(bdt)

Screenshot 20260602 185432 Gallery
Berita

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mendorong pembentukan forum rembuk desa di seluruh desa sebagai upaya memperbaiki dan memutakhirkan data kemiskinan. Langkah tersebut dinilai penting agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

Screenshot 20260602 220559 Chrome
Berita

POLEWALI MANDAR — Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, menghadiri sekaligus membuka kompetisi sepak bola usia dini kategori U-10 dan U-12 dalam rangka Pra Piala Presiden di Lapangan Sport Center HSM Mapilli, Kecamatan Luyo, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan sepak bola usia dini sekaligus wadah menumbuhkan karakter generasi muda melalui olahraga.

Dalam sambutannya, Fahry menegaskan bahwa turnamen usia dini memiliki peran penting dalam membentuk disiplin, sportivitas, hingga mental juara bagi anak-anak.

“Kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting, bukan hanya sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter, disiplin, sportivitas, kerja sama tim, dan mental juara bagi generasi muda,” ujar Fahry.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan sejak dini akan membuka peluang lahirnya atlet-atlet berbakat yang nantinya mampu membawa nama daerah ke tingkat lebih tinggi.

Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly memberikan sambutan pada pembukaan kompetisi Pra Piala Presiden U-10 dan U-12

“Dari lapangan inilah kita berharap lahir bibit-bibit pesepak bola berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama Polewali Mandar, Sulawesi Barat, bahkan Indonesia,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan membangun mental positif, bukan hanya mengejar kemenangan semata.

“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar bertanding dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati wasit, pelatih, dan sesama pemain. Menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, tetapi karakter yang baik dan semangat pantang menyerah adalah kemenangan yang sesungguhnya,” lanjutnya.

Fahry menegaskan, DPRD Polewali Mandar mendukung pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia unggul di daerah.

“DPRD Kabupaten Polewali Mandar mendukung upaya pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan menghasilkan atlet-atlet muda yang berprestasi,” tutupnya.