PendidikanSosial & Budaya

Tokoh Pejuang Mandar Ammana I Wewang Bakal Diusul Jadi Pahlawan Nasional

×

Tokoh Pejuang Mandar Ammana I Wewang Bakal Diusul Jadi Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20250717 185906 Gallery
Suasana FGD terkait penguatan muatan lokal dan FGD pengusulan calon pahlawan ke Kementerian Kebudayaan. Kamis 17 Juli 2025.

POLMAN, POJOKRAKYAT — Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar bakal usulkan I Callo Ammana I wewang maradia topole di Walitung untuk menjadi salah satu Pahlawan Nasional.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Polman Hj. Andi Nursami Masdar saat memberikan sambutan saat membuka acara resmi diskuai penguatan muatan lokal dan Focus Group Discussion (FGD) meretas jalan pengusulan calon Pahlawan Nasional yang digelar di aula rumah jabatan Bupati Polman. Kamis 17 Juli.

Kegiatan ini menghadirkan Narasumber dari Jakarta, dan diikuti oleh tokoh Budayawan Polman dan sejumlah Kepala OPD serta perwakilan OPD. Bertindak sebagai moderator Kepala Dinas Kominfo Polman Aco Musaddad, dan Notulen Sri Musdika Wati.

Wabup Polman Hj. Andi Nursami Masdar menyampaikan, syarat-syarat nya telah disampaikan oleh bapak Pemateri kita hari ini sehingga perlu ditindaklanjuti secepatnya dengan membentuk Tim yang akan bertugas menindaklanjuti pengusulan ini ke Kementerian.

“Initinya tim TP2G ini harus segera dibentuk karena tim ini yang akan bertugas mengawal pengusulan ini sampai ke pusat,” jelas Wabup Polman Hj. Andi Nursami Masdar.

Ia meminta setelah selesai FGD tersebut dapat dilakukan pembentukan tim secepatmya apalagi sudah ada syarat-syarat yang disampaikan oleh Wabup Polman tersebut.

Cicit I Calo Ammana I Wewang Andi Hizbullah Matsar menyampaikan rasa bangga dan tetima kasih atas diusulkannya I Calo Ammana I Wewang sebagai Pahlawan Nasional yang memang sebelumnya sudah pernah diusulkan agar dapat menjadi salah satu Pahlawan Nasional.

“Dengan adanya Pahlawan Nasional di Polman yang makamnya ada di Polman dapat menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Polman yang dapat meningkatkan perekonomian Polman.” tandas Plt Kepala Dispop Polman Andi Hizbullah Matsar.

Kegiatan ini sejalan dengan visi-misi Bupati Polewali Mandar dalam memperkuat muatan lokal, khususnya penggunaan bahasa Mandar yang saat ini nyaris punah. Melalui forum ini diharapkan muncul berbagai strategi dan masukan agar bahasa Mandar tetap hidup sebagai warisan budaya dan menjadi muatan kurikulum lokal, hingga berujung pada lahirnya Peraturan Bupati sebagai bentuk payung hukum.

FGD ini juga menjadi ruang pembuka jalan pengusulan tokoh lokal, Ammana Wewang, sebagai calon Pahlawan Nasional. Langkah ini digagas dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk cucu keturunan langsung dari tokoh yang akan diusulkan, serta akademisi, OPD, tokoh agama, dan pemerhati budaya.

Tampil sebagai narasumber yakni: Prof. Muhlis Paeni Ketua Dewan Pakar Memori Kolektif Bangsa Arsip Nasional RI, Sastrawan, peneliti kebudayaan, dan DR. Suriadi Mappangara, Sejarawan dan Peniliti UGM. DR. Amrullah Amir, Akademisi Prodi Magister Sejarah Universitas Hasanuddin.

Dalam sambutannya, Prof DR. Mukhlis Paeni menegaskan, bahwa perjuangan tokoh-tokoh Mandar terhadap berdirinya NKRI tidak boleh dilupakan begitu saja.

“Jangan sampai kita menjadi generasi yang kehilangan ingatan kolektif atas sejarah besar perjuangan daerah ini. Sudah saatnya kita memperjuangkan Ammana Wewang sebagai tokoh nasional yang layak mendapatkan gelar Pahlawan,” tegasnya.

Prof. DR. Muhlis Paeni lebih lanjut mengatakan pentingnya keadilan kultural. Ia menyampaikan bahwa secara kuantitas, Provinsi Sulawesi Barat masih termasuk minim dalam pengajuan tokoh pahlawan nasional.

“Mandar ini punya banyak pejuang, tapi kenapa tidak muncul dalam daftar nasional? Kita harus menyamakan persepsi dan segera mendorong pembentukan TP2GD (Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah) yang akan merumuskan dokumen pengusulan kepada pemerintah pusat,” pungkasnya.

Rangkaian FGD ini mendorong komitmen bersama untuk: Mendorong lahirnya Perbup tentang muatan lokal Bahasa Mandar. Membentuk secepatnya TP2GD sebagai wadah resmi penggodokan usulan gelar pahlawan nasional. Menghimpun dukungan lintas generasi agar nilai-nilai sejarah dan budaya Mandar tetap hidup dan menjadi bagian dari kebanggaan nasional. (bdt)

IMG 20260725 WA0007
Pendidikan

Lembaga Pers Mahasiswa (Lapersma) ITBM Polewali Mandar bekerja sama dengan Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulawesi Barat menggelar Rapat Kerja dan Pelatihan Jurnalistik di lingkungan Kampus ITBM Polman, Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Jumat (25/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang mahasiswa sebagai peserta.

IMG 20260724 WA0003
Pendidikan

Sebanyak tujuh guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dipercaya menduduki jabatan definitif sebagai kepala sekolah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Selain itu, puluhan guru PPPK lainnya juga ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah sekolah.

Screenshot 20260723 201934 Gallery
Pendidikan

POLMAN, POJOKRAKYAT — Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Anggarkan Rp. 250 jutaan untuk pendataan sekolah rusak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah pertama (SMP) yang tersebar disejumlah Kecamatan di Polman. Rabu 23 Juli 2026.

Data dan informasi yang dihimpun, pendataan tingkat kerusakan sekolah ini tersebar dibeberapa Kecamatan dengan nilai anggaran yang berbeda-beda.

1. Wilayah Kecamatan Limboro, Alu dan Tutar Rp. 50 Juta.
2. Wilayah Kecamatan Binuang, Polewali, Anreapi dan Matakali Rp. 41 juta.
2. Wilayah Wonomulyo, Tapango dan Matangnga Rp. 31 Juta.
3. Wilayah Campalagian, Balanipa dan Tinambung Rp. 43 juta.
4. Mapilli, Luyo dan Bulo Rp. 33 Juta.
5. Pendataan Sekolah rusak SMP Rp. 52 juta

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan (Sarpras) Gunawan menjelaskan bahwa pendataan sekolah rusak untuk menindaklanjuti hasil temuan dari BPK, karena data tingkat kerusakan yang terinput di Dapodik yang dilakukan oleh sekolah dianggap belum valid oleh BPK sehingga kita Menindaklanjuti temuan BPK tersebut dengan melakukan pendataan dan verifikasi kembali di semua SD dan SMP di Kab. Polman.

“kita melibatkan 20 orang tenaga ahli yang memiliki latar pendidikan teknik yang mengerti tentang analisis kerusakan bangunan,” jelas Kepala Bidang Sarpras Gunawan.

Inti dari kegiatan tersebut adalah Menindaklanjuti rekomendasi BPK seandainya tidak ada temuan atau rekomendasi BPK Kami tidak akan melakukan proses itu karena memang sudah dilakukan oleh sekolah, namun datanya dianggap belum valid oleh BPK sehingga kami melakukan proses pendataan kembali yang dilakukan oleh tim teknis yang punya latar belakang pendidikan teknis. Tegasnya.

Sementara untuk besaran anggaran tiap Kecamatan berbeda, Gunawan menjelaskan, “kalau saya tidak salah, dihitung secara proporsional berdasarkan jumlah sekolah yang diverifikasi kembali dan dihitung analisis tingkat kerusakannya.” tuturnya

Ia menambahkan, jika dilihat dari total anggaran bisa digunakan untuk rehabilitasi ruangan satu kelas, tetapi Rp. 250 juta ini dibagi 420 sekolah nilai anggaran untuk satu sekolah hanya Rp. 500 ribuan saja.

“Setiap sekolah memiliki 12 ruang kelas yang dilakukan pendataan dan perhitungan, sebenarnya anggaran ini sangat kecil.” ujarnya.

Ia menargetkan pendataan ini rampung pada bulan Agustus yang akan datang.(arf)