Pendidikan

PKKMB FIKES UNSULBAR 2025: From Zero To Health Hero, Mahasiswa Baru Tampil Penuh Inspirasi

×

PKKMB FIKES UNSULBAR 2025: From Zero To Health Hero, Mahasiswa Baru Tampil Penuh Inspirasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20250818 WA0001 scaled

MAJENE, POJOKRAKYAT – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sulawesi Barat (FIKES UNSULBAR) 2025 berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan yang sarat makna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum perkenalan mahasiswa baru dengan lingkungan kampus, tetapi juga sarana menumbuhkan kepedulian terhadap isu-isu kesehatan di Sulawesi Barat.

Salah satu penampilan yang paling menarik perhatian adalah teater mahasiswa yang mengangkat tema kondisi kesehatan di Sulbar. Dalam pementasan tersebut, mahasiswa menggambarkan realitas tantangan kesehatan masyarakat, mulai dari rendahnya kesadaran pola hidup sehat, keterbatasan akses layanan kesehatan di daerah terpencil, hingga pentingnya peran tenaga kesehatan muda dalam membawa perubahan. Penampilan ini mendapat apresiasi tinggi karena mampu menyampaikan pesan edukatif dengan cara yang kreatif dan menyentuh.

Tak kalah memukau, mahasiswa baru juga mempersembahkan PaperMob dengan formasi dan koreografi yang rapi. Melalui atraksi visual tersebut, mereka menampilkan semangat kebersamaan, kreativitas, serta simbol-simbol yang mencerminkan identitas Fakultas Ilmu Kesehatan UNSULBAR. Sorak sorai penonton pun pecah melihat kekompakan mahasiswa baru yang tampil penuh energi.

Dengan tema kegiatan yang menekankan “FROM ZERO TO HEALTH HERO membangun generasi berkarakter berkolaboratif berdampak” PKKMB FIKES UNSULBAR 2025 berhasil memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh peserta. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal mahasiswa baru dalam menapaki perjalanan akademik serta pengabdian bagi masyarakat Sulawesi Barat di bidang kesehatan.(rls)

IMG 20260725 WA0007
Pendidikan

Lembaga Pers Mahasiswa (Lapersma) ITBM Polewali Mandar bekerja sama dengan Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulawesi Barat menggelar Rapat Kerja dan Pelatihan Jurnalistik di lingkungan Kampus ITBM Polman, Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Jumat (25/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang mahasiswa sebagai peserta.

IMG 20260724 WA0003
Pendidikan

Sebanyak tujuh guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dipercaya menduduki jabatan definitif sebagai kepala sekolah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Selain itu, puluhan guru PPPK lainnya juga ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah sekolah.

Screenshot 20260723 201934 Gallery
Pendidikan

POLMAN, POJOKRAKYAT — Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Anggarkan Rp. 250 jutaan untuk pendataan sekolah rusak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah pertama (SMP) yang tersebar disejumlah Kecamatan di Polman. Rabu 23 Juli 2026.

Data dan informasi yang dihimpun, pendataan tingkat kerusakan sekolah ini tersebar dibeberapa Kecamatan dengan nilai anggaran yang berbeda-beda.

1. Wilayah Kecamatan Limboro, Alu dan Tutar Rp. 50 Juta.
2. Wilayah Kecamatan Binuang, Polewali, Anreapi dan Matakali Rp. 41 juta.
2. Wilayah Wonomulyo, Tapango dan Matangnga Rp. 31 Juta.
3. Wilayah Campalagian, Balanipa dan Tinambung Rp. 43 juta.
4. Mapilli, Luyo dan Bulo Rp. 33 Juta.
5. Pendataan Sekolah rusak SMP Rp. 52 juta

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan (Sarpras) Gunawan menjelaskan bahwa pendataan sekolah rusak untuk menindaklanjuti hasil temuan dari BPK, karena data tingkat kerusakan yang terinput di Dapodik yang dilakukan oleh sekolah dianggap belum valid oleh BPK sehingga kita Menindaklanjuti temuan BPK tersebut dengan melakukan pendataan dan verifikasi kembali di semua SD dan SMP di Kab. Polman.

“kita melibatkan 20 orang tenaga ahli yang memiliki latar pendidikan teknik yang mengerti tentang analisis kerusakan bangunan,” jelas Kepala Bidang Sarpras Gunawan.

Inti dari kegiatan tersebut adalah Menindaklanjuti rekomendasi BPK seandainya tidak ada temuan atau rekomendasi BPK Kami tidak akan melakukan proses itu karena memang sudah dilakukan oleh sekolah, namun datanya dianggap belum valid oleh BPK sehingga kami melakukan proses pendataan kembali yang dilakukan oleh tim teknis yang punya latar belakang pendidikan teknis. Tegasnya.

Sementara untuk besaran anggaran tiap Kecamatan berbeda, Gunawan menjelaskan, “kalau saya tidak salah, dihitung secara proporsional berdasarkan jumlah sekolah yang diverifikasi kembali dan dihitung analisis tingkat kerusakannya.” tuturnya

Ia menambahkan, jika dilihat dari total anggaran bisa digunakan untuk rehabilitasi ruangan satu kelas, tetapi Rp. 250 juta ini dibagi 420 sekolah nilai anggaran untuk satu sekolah hanya Rp. 500 ribuan saja.

“Setiap sekolah memiliki 12 ruang kelas yang dilakukan pendataan dan perhitungan, sebenarnya anggaran ini sangat kecil.” ujarnya.

Ia menargetkan pendataan ini rampung pada bulan Agustus yang akan datang.(arf)

IMG 20260515 WA0003
Pendidikan

Ribuan pasang mata larut dalam suasana haru, khidmat, dan penuh kebanggaan pada pelaksanaan Khataman Sharaf XI dan Haflatul Ikhtitam VIII Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga, Kamis, 14 Mei 2026. Di tengah derasnya arus zaman, krisis adab, dan tantangan moral generasi muda, pesantren kembali ditegaskan sebagai benteng terakhir penjaga akhlak dan karakter bangsa.