Berita

Layangkan Somasi Terkait MBG, Maenunis Minta Bupati Polman Tak Turup Mata

Pojoknews
×

Layangkan Somasi Terkait MBG, Maenunis Minta Bupati Polman Tak Turup Mata

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260223 041602 Facebook
Direktur Logos Politika Maemunis Amin.

POLMAN,POJOKRAKYAT — Maenunis resmi telah melayangkan Somasi kepada Bupati Polman terkait polemik MBG yang masih menyisakan sejumlah problem. Somasi pertanggal 18/2/2026 telah disampaikan lewat Sekda Polman.

Dalam Somasinya, Ia berharap sejumlah poin dan rekomendasi langkah strategis yang didorong Logos Politika diatensi serius oleh Pemkab Polman melalui langkah cepat dan konstruktif.

“Ada lima point masalah yang kita kemas, dua langkah strategis dan sembilan point rekening mendasi kita dorong kepada Bupati Polman terkait polemik MBG untuk segera dievaluasi.” Tulis Direktur Logos Politika ini.

Maenunis menegaskan, jika Pemkab tidak kolaboratif, kemungkinan gugatan hukum akan ditempuh.

“Kita buka kemungkinan gugatan hukum administratif dulu jika Pemkab tutup mata dan telinga. Kita surah berkirim surat ke Ombudsman RI perwakilan Sulawesi Barat. Dari situ baru perdata dan atau pidana kita pertimbangkan lebih jauh.” Tutupnya.(rls)

IMG 20260430 WA0005
Berita

Lembaga Pemantau Kebijakan Publik Sulawesi Barat (LPKP-Sulbar) mengajukan laporan kepada Mahkamah Partai Gerindra (30/4/2026) terkait dugaan pelanggaran berat kode etik, disiplin, dan integritas yang dilakukan oleh Rahmat Ichwan Bahtiar sebagai pemilik beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), juga sebagai anggota DPRD Sulawesi Barat yang merupakan kader Partai Gerindra.

IMG 20260429 WA0008
Berita

Dalam rangka mendorong percepatan proses perizinan NIB di dinas PTSP Kabupaten Polman, Bidang Pelayanan menggelar rapat koordinasi bersama Lurah dan pihak Kecamatan.Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan, Deddy Irawan mewakili kepala dinas PTSP,Rabu 29 April 2026 di ruang pertemuan kantor DPMPTSP Polman.

IMG 20260429 WA0004
Berita

Semangat kemandirian pertanian terus digaungkan oleh para petani milenial di Sulawesi Barat (Sulbar). Di tengah berbagai program pengadaan bibit kakao dan kopi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, mereka berharap potensi lokal yang telah tersedia di daerah dapat menjadi prioritas utama untuk dikembangkan.