MAJENE,POJOKRAKYAT – Upaya pengembangan kakao unggul di Sulawesi Barat memasuki babak baru. Program penangkaran bibit kakao yang digagas oleh CV Arafah Abadi kini beranjak ke tahap krusial, yakni proses sambung pucuk yang segera dilaksanakan di sejumlah lokasi. Senin 30 Maret 2026.

Momentum ini ditandai dengan kehadiran tim dari Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan sertifikasi entres bagian tanaman yang menjadi kunci keberhasilan dalam teknik sambung pucuk.

Sertifikasi tersebut tidak dilakukan sembarangan. Hanya kebun yang telah ditetapkan sebagai Kebun Sumber Benih (KSB), berdasarkan keputusan resmi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yang berhak menyediakan entres berkualitas. Langkah ini menjadi jaminan bahwa bibit yang dihasilkan memiliki mutu unggul dan siap mendongkrak produktivitas petani.

Tak tanggung-tanggung, proses penyambungan akan dilakukan secara serentak di delapan titik penangkaran milik mitra CV Arafah Abadi yang tersebar di Kabupaten Polewali Mandar dan Majene. Skala ini menunjukkan keseriusan dalam mendorong kebangkitan sektor kakao di daerah.
Dengan dimulainya fase ini, harapan besar pun mengemuka lahirnya bibit kakao unggul yang tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperkuat posisi Sulawesi Barat sebagai salah satu sentra kakao nasional.(rls/adv)













