Advertorial

Pentingnya LPPD, Sekprov Sulbar: Kinerja Daerah Dinilai Pemerintah Pusat

admin
×

Pentingnya LPPD, Sekprov Sulbar: Kinerja Daerah Dinilai Pemerintah Pusat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260225 033003

POJOK RAKYAT.ID — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah agar serius menyusun Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD).

Hal itu disampaikan saat sosialisasi penyusunan LPPD Tahun 2025 terhadap LPPD Tahun 2026 di Ruang Teather Lantai 2 Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Selasa 24 Februari 2026.

Junda Maulana mengatakan, penyusunan LPPD sejalan dengan Pancadaya Gubernur Sulbar Suhardi Duka, yakni memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel, serta mewujudkan pelayanan dasar dan berkualitas.

Kata Junda Maulana, LPPD bukan sekadar laporan rutin. Di dalamnya ada ukuran kinerja pemerintah daerah. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia, indeks gini rasio, sampai angka pengangguran terbuka.

Termasuk juga kata Junda, pelaksanaan tugas pembantuan dari pemerintah pusat ke daerah. Semua dinilai lewat laporan tersebut.

Olehnya itu Junda Maulana mengingatkan, hasil LPPD sangat berpengaruh terhadap cara pemerintah pusat melihat kinerja daerah.

“Itu sangat mempengaruhi terhadap penilaian pemerintah pusat di daerah kita, kalau penilaian pemerintah pusat ke daerah itu rendah, maka itu biasanya kita kurang mendapatkan perhatian, ya karena kita dianggap kinerja kita rendah,” jelasnya.

Untuk penilaian tahun 2025 yang akan dievaluasi pada 2026, Pemprov Sulbar optimistis nilainya naik.

Bagaimana tidak, kata Junda Maulana, pertumbuhan ekonomi tercatat meningkat. Angka kemiskinan turun. IPM naik. Indeks gini rasio makin kecil. Bahkan tingkat pengangguran di Sulbar termasuk yang terendah di Indonesia.

Masalahnya tinggal satu, penginputan data. Junda mengingatkan, kerja bagus tidak akan terbaca jika tidak diinput dengan benar dalam sistem LPPD. Data dan eviden harus lengkap agar capaian itu muncul dalam penilaian.

Tinggal bagaimana kinerja para teman-teman dari OPD, Tim dari OPD dan tim dari Biro Tapem untuk bagaimana melakukan pengimputan, karena ini kan laporannya diinput, jadi kalau kita bagus kerjanya, tapi kita tidak menginput, ya sama saja, sehingga kita harus memperbaiki pengimputan, melengkapi data, evidennya lengkap, Insya Allah kita akan meningkat,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan peran pemerintah kabupaten. Nilai kabupaten ikut memengaruhi nilai provinsi.

Tahun lalu, satu kabupaten tidak melakukan penginputan, yakni Kabupaten Mamasa. Dampaknya terasa pada nilai Provinsi Sulawesi Barat.

Junda menambahkan, dalam sosialisasi itu, seluruh bupati atau perwakilan yang hadir sepakat memastikan penginputan laporan berjalan maksimal. (Rls)

IMG 20260619 WA0024
Advertorial

Ketua DPRD Polewali Mandar (Polman) menggelar kegiatan reses di Desa Katumbangan Lemo dan Desa Baru untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan berbagai usulan pembangunan, mulai dari perbaikan jalan, jaringan irigasi, hingga penyediaan sarana air bersih.

IMG 20260517 WA0016
Advertorial

Sambangi Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Tenaga Ahli (TA) Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Muhammad Arsyad, S.P.,M.Si.,Ph.D. beserta rombongan pantau kondisi pembibitan kakao dalam program hilirisasi bibit kakao nasional, Rabu 13 Mei 2026.