POLMAN, POJOKRAKYAT– Proyek revitalisasi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Polewali disoal, Komite Sekolah dan masyarakat mempertanyakan proses pembentukan panitia pembangunan sekolah (P2SP) yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan revitalisasi tersebut. Senin 15/06/2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Penunjukan P2SP yang saat ini melaksanakan proyek revitalisasi tidak diketahui oleh Komite Sekolah yang seharusnya dilibatkan dalam penunjukan P2SP. Masyarakat meminta agar nama-nama panitia P2SP dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Mereka berharap pihak sekolah maupun instansi terkait dapat memberikan informasi yang jelas mengenai dasar dan mekanisme pembentukan panitia tersebut.
“Kami hanya ingin adanya transparansi Masyarakat berhak mengetahui bagaimana proses penunjukan P2SP dilakukan dan siapa saja yang terlibat,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Selain mempertanyakan proses penunjukan, masyarakat juga meminta agar seluruh tahapan pelaksanaan revitalisasi SMPN 1 Polewali, dilakukan secara terbuka, termasuk penggunaan anggaran dan progres pekerjaan di lapangan.
Penunjukan panitis P2SP SMPN 1 Polewali diduga tidak melibatkan Komite Sekolah yang seharusnya dilibatkan dalam penunjukan panitia.
Ketua Komite Sekolah SMPN 1 Polewali, H. Andi Mappauda atau Andi Uda yang dikonfirmasi melalui via telpon whatsapp, ia mengaku tidak mengetahui proses pembentukan panitia pembangunan sekolah (P2SP) yang melaksanakan kegiatan revitalisasi, Ia mengaku hanya mengetahui adanya anggaran yang masuk di sekolah sementara penunjukan P2SP ia tidak diberitahu.
“Saya sebagai Komite hanya tahu ada anggaran yang masuk ke sekolah kalau pembentukan panitia tidak diberi tahu.” ungkapnya.
Warga berharap pihak sekolah dapat memberikan klarifikasi guna menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
“Menurut aturan mengenai mekanisme penunjukan panitia pembangunan sekolah (P2SP) dalam proyek revitalisasi SMP Negri 1 polewali, harus mengetahui ketua komite sekolah.” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.(agl/red)













