POLMAN, POJOKRAKYAT – CV Mario Mandiri Perkasa berhasil mengembangkan jutaan bibit kakao unggul bersertifikat sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat di Sulawesi Barat. Senin 23/02/2026.
Program strategis nasional dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini memberikan dampak nyata bagi warga, khususnya di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dan sejumlah daerah lain di Sulbar. Ribuan masyarakat yang terlibat di berbagai titik penangkaran bibit merasakan tambahan penghasilan di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan.
Salah satu warga, Lina, mengaku bersyukur atas hadirnya program tersebut. Ia bersama ibu-ibu lainnya terlibat dalam proses pengisian polybag.
“Kita bersyukur Polman dapat program ini. Kami yang hanya ibu-ibu bisa bantu suami cari nafkah dengan mengisi polybag,” ujarnya sambil tersenyum.
Di sejumlah lokasi penangkaran, proses pengisian polybag memang banyak melibatkan kaum ibu. Selain itu, beberapa remaja juga ikut bekerja memanfaatkan waktu sepulang sekolah.
Saat ini, bibit kakao yang dikembangkan tumbuh subur dan dalam waktu dekat akan memasuki proses penyambungan batang entris (sambung pucuk) yang bersumber dari kebun induk berkualitas.
Komandan Kodim 1402/Polman, Letkol Ikhwan Arifin, turut mengapresiasi penangkaran bibit kakao yang dilakukan CV Mario Mandiri Perkasa. Hal tersebut disampaikan melalui Pasi Intel Kodim, Arbiansyah, usai melakukan kunjungan lapangan pada 21 Februari lalu.
“Kami sudah melakukan kunjungan langsung dalam rangka pendampingan. Kondisi bibit sangat bagus. Kami juga sudah melaporkan ke Komandan, dan Dandim berencana melakukan kunjungan langsung,” terang Arbiansyah.

Sejak 2025, Kementerian Pertanian Republik Indonesia menargetkan pengadaan 17 juta bibit kakao di Sulawesi Barat. Dalam waktu dekat, bibit tersebut akan memasuki tahap sambung pucuk.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pengadaan bibit ini bertujuan memenuhi kebutuhan petani di berbagai daerah di Sulbar serta menjaga keberlanjutan sektor perkebunan kakao nasional.
Program ini memprioritaskan pengadaan dan distribusi bibit kakao unggul bersertifikat guna meningkatkan produktivitas perkebunan. Fokusnya adalah peremajaan tanaman kakao, khususnya di sentra produksi seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera.(rls)















