POLMAN, POJOKRAKYAT — Pembibitan kakao bersertifikat untuk mendukung program Kementerian Pertanian (Kementan) RI yang dilaksanakan oleh CV Syahriandi Ashar Utama di Pelitakan di pertanyakan. Kamis 05/03/2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun CV Syahriandi Ashar Utama ditunjuk untuk menyiapkan kebutuhan bibit kakao untuk Kabupaten Mamasa sebanyak 2,5 juta pohon dan 2 juta pohon untuk Mateng. Penangkaran bibit ini tersebar di beberapa titik salah satunya di Kelurahan Pelitakan Kecamatan Wonomulyo terdapat penangkaran 500 benih kakao yang baru mulai ditangkarkan.
Penangkaran bibit di Kelurahan Pelitakan ini menuai tanda tanya pasalnya terdapat item yang tidak dijumpai dilokasi pembibitan yakni tidak adanya penggunaan plastik UV seperti yang tertuang dalam RAB CV Syahriandi Ashar Utama.
Selain itu, penggunaan material tanah isian polybag juga diduga tidak sepenuhnya sesuai RAB, pasalnya informasi dari pengelola pembibitan yang ditemui di lokasi pembibitan di Pelitakan mengungkapkan jika media tanam isian polybag sebahagian diambil dilokasi penangkaran menggunakan alat berat.
Tenaga Tehnis pembibitan kakao di Pelitakan yang ditemui Kadir enggan memberikan informasi jumlah benih kakao yang ditangkarkan dan ia mengaku hanya membantu pak Tore.
“Pak Tore selaku penanggung jawab yang ada di Polman yang mengetahui semuanya, pak Pian selaku perusahan yang terlibat dan pendanaan H. Aziz.” ungkap Kadir dilokasi pembibitan.
Sementara itu, penelusuran informasi direktur CV Syahriandi Ashar Utama adalah Andi Ashar. Hingga saat ini perusahaan ini masih terus dikenakan sanksi denda keterlambatan yang terhitung sejak tanggal 30 Desember 2025 hingga saat ini denda masih terus berjalan dan adapun besaran denda yakni 1/1000 dari total nilai kegiatan.
Terpisah, aktivis anti korupsi Arya menyoroti sikap Kementan RI yang dinilai tidak tegas terhadap kontraktor yang sebelumnya sudah mengaku sanggup menyelesaikan program tersebut di tahun 2025.
“Harusnya Kementan bertindak tegas terhadap kontraktor yang mengaku sanggup untuk selesaikan tahun 2025 sesuai dengan judul kegiatan vase 2 bulan.” tandas Arya.(afd/bdt)














