POLEWALI MANDAR, POJOKRAKYAT— Kepala Bidang peternakan Dinas TPHP Sulawesi Barat (Sulbar) Nurkadar memantau calon sapi qurban Presiden di Polman salah satunya di Dusun Pendukuan Desa Sumberjo. Jumat 17 April 2026.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh
Nurkadar guna memastikan kondisi kesehatan, bobot, serta kelayakan sapi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Nurkadar mengatakan, bobot calon sapi Presiden yang ada di Pendukuan Sumberjo beratnya 800 ton dengan nilai harga Rp. 120 juta, ia juga mengatakan kriteria yang ditetapkan harus sesuai dengan syariat islam.
Ia menyampaikan bahwa pemantauan ini merupakan bagian dari proses seleksi ketat sebelum sapi ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden, “Kami memastikan sapi yang diusulkan benar-benar sehat, bebas penyakit, serta memiliki bobot ideal sesuai standar nasional,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan pengecekan fisik secara menyeluruh, mulai dari suhu tubuh, kondisi gigi, kulit, hingga pergerakan sapi. Selain itu, dilakukan juga verifikasi administrasi terkait asal-usul ternak.
Salah satu peternak di Pendukuan Sumberjo mengaku bangga karena sapinya masuk dalam daftar calon seleksi.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas ternak,” katanya.
Hasil pemantauan ini akan dilaporkan ke pemerintah provinsi dan kementerian terkait untuk proses seleksi lanjutan.
Jika memenuhi seluruh persyaratan, sapi tersebut berpeluang besar ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden pada perayaan Idul Adha mendatang.
ia juga mengatakan ada limah belas calon sapi kurban presiden yang diseleksi cuman tujuh yang akan lolos
Nurkadar berharap melalui kegiatan ini, kualitas peternakan lokal semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional.(al)













