Scroll untuk baca artikel
Berita

Kepala Desa Rea Diprotes Warganya, Buntut Bantuan Beras Dialihkan

Pojoknews
×

Kepala Desa Rea Diprotes Warganya, Buntut Bantuan Beras Dialihkan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260602 WA00141
Warga Desa Rea Kecamatan Binuang saat memprotes kebijakan Kepala Desa.

POLMAN, POJOKRAKYAT — Warga Desa Rea, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar lakukan protes di kantor Desa buntut jatah bantuan beras dialihkan oleh Kepala Desa ke warga lainnya.

Pasangan suami Istri Saharuddin dan Nurlina, kembali melayangkan protes setelah bantuan beras miliknya kembali dialihkan oleh Kepala Desa. Meskipun namanya masuk dalam daftar penerima bantuan.

Pasangan suami istri tersebut mendatangi kantor Desa Rea untuk mempertanyakan alasan bantuan yang seharusnya menjadi hak mereka justru dialihkan kepada warga lain. Dalam pertemuan tersebut, suasana sempat memanas hingga terjadi adu mulut antara Nurlina dan istri kepala desa yang diduga ikut terlibat dalam pembahasan terkait penyaluran bantuan.

“Nama saya ada dalam daftar penerima, tapi bantuan tidak pernah saya terima. Ini sudah kedua kalinya terjadi,” ujar Nurlina di kantor Desa Rea, Selasa (2/6/2026).

Menurut Nurlina, kondisi ekonomi keluarganya masih jauh dari kata mapan. Ia mengaku hanya seorang ibu rumah tangga, sementara suaminya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Kenapa bantuan saya dialihkan, sementara suami saya tidak punya pekerjaan tetap. Dia cuma buruh bangunan, itu pun kalau ada pekerjaan,” katanya.

Ia juga mempertanyakan mekanisme penyaluran bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran. Menurutnya, masih ada warga yang dinilai lebih mampu secara ekonomi namun tetap menerima bantuan pangan.

“Masih banyak yang rumahnya bagus, pakai AC, punya sawah luas, punya usaha, tapi masih dikasih bantuan. Kenapa saya tidak?” tambahnya.

Saharuddin mengaku peristiwa serupa bukan pertama kali dialaminya. Pada penyaluran sebelumnya, bantuan yang seharusnya diterima juga tidak diberikan kepadanya.

“Ini sudah kedua kalinya. Penyaluran pertama juga saya tidak dikasi,” ungkap Saharuddin.

Sementara itu, Kepala Desa Rea, Zaifullah, membenarkan adanya pengalihan penerima bantuan di tingkat desa. Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena masih ada warga lain yang dianggap lebih membutuhkan.

“Memang betul saya selaku kepala desa melakukan pengalihan penerima bantuan. Karena saya yang paling tahu kondisi sosial masyarakat saya,” ujarnya.

Zaifullah menjelaskan, masih terdapat warga yang tergolong sangat miskin namun belum tersentuh bantuan, sehingga pemerintah desa melakukan penyesuaian berdasarkan kondisi lapangan.

Ia juga mengakui nama Saharuddin masih tercantum dalam daftar penerima, namun bantuan tersebut telah dialihkan kepada warga lain.

“Saya sudah sampaikan melalui kepala dusun kepada yang bersangkutan bahwa bantuannya sudah dialihkan,” katanya.

Kepala Desa Rea turut menunjukkan rumah penerima bantuan hasil pengalihan dari jatah Saharuddin. Penerima tersebut berinisial M yang diketahui memiliki suami dengan pekerjaan tetap di salah satu perusahaan besar di Kecamatan Binuang.

Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan dari keluarga Saharuddin. Pasalnya, Saharuddin yang bekerja serabutan dan tidak memiliki pekerjaan tetap justru kehilangan bantuan, meski namanya masih tercatat sebagai penerima.(bdt)

Screenshot 20260602 185432 Gallery
Berita

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mendorong pembentukan forum rembuk desa di seluruh desa sebagai upaya memperbaiki dan memutakhirkan data kemiskinan. Langkah tersebut dinilai penting agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

Screenshot 20260602 220559 Chrome
Berita

POLEWALI MANDAR — Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, menghadiri sekaligus membuka kompetisi sepak bola usia dini kategori U-10 dan U-12 dalam rangka Pra Piala Presiden di Lapangan Sport Center HSM Mapilli, Kecamatan Luyo, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan sepak bola usia dini sekaligus wadah menumbuhkan karakter generasi muda melalui olahraga.

Dalam sambutannya, Fahry menegaskan bahwa turnamen usia dini memiliki peran penting dalam membentuk disiplin, sportivitas, hingga mental juara bagi anak-anak.

“Kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting, bukan hanya sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter, disiplin, sportivitas, kerja sama tim, dan mental juara bagi generasi muda,” ujar Fahry.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan sejak dini akan membuka peluang lahirnya atlet-atlet berbakat yang nantinya mampu membawa nama daerah ke tingkat lebih tinggi.

Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly memberikan sambutan pada pembukaan kompetisi Pra Piala Presiden U-10 dan U-12

“Dari lapangan inilah kita berharap lahir bibit-bibit pesepak bola berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama Polewali Mandar, Sulawesi Barat, bahkan Indonesia,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan membangun mental positif, bukan hanya mengejar kemenangan semata.

“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar bertanding dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati wasit, pelatih, dan sesama pemain. Menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, tetapi karakter yang baik dan semangat pantang menyerah adalah kemenangan yang sesungguhnya,” lanjutnya.

Fahry menegaskan, DPRD Polewali Mandar mendukung pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia unggul di daerah.

“DPRD Kabupaten Polewali Mandar mendukung upaya pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan menghasilkan atlet-atlet muda yang berprestasi,” tutupnya.