Berita

Unjukrasa Semarak Diwarnai Kericuhan, Pemkab Dinilai Tidak Responsif

Pojoknews
×

Unjukrasa Semarak Diwarnai Kericuhan, Pemkab Dinilai Tidak Responsif

Sebarkan artikel ini
IMG 20260604 WA0010
Ricuh. Mahasiswa Semarak dan Satpol PP terlibat saling dorong. Kamis 04 Juni 2026.

POLMAN, POJOKRAKYAT — Aksi Unjukrasa Mahasiswa yang tergabung dalam Semarak di Kompleks kantor Bupati Polewali Mandar (Polman) diwarnai kericuhan, Mahasiswa dan Satpol PP terlibat aksi saling dorong lobi kantor Bupati. Kamis 04 Juni 2026.

Kericuhan ini bermula saat Satpol PP menghalau massa aksi yang hendak masuk kedalam kantor Bupati. Puluhan Mahasiswa yang terdiri dari beberapa organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan KAMMI Mandar menilai kinerja Pemerintah Kabupaten Polman tidak optimal.

Dalam aksi tersebut Mahasiswa silih berganti menyampaikan orasi dan meminta agar Bupati Polman turun langsung menemui massa aksi dan berdialog langsung.

Dalam aksi unjukrasa tersebut Semarak menyampaikan protes terhadap pemerintah Polman yang menurut semarak terjadi ketimpangan antara janji politik dan kondisi objektif masyarakat, kami memandang bahwa pemerintah daerah belum sepenuhnya meughadirkan tata kelola pemerintahan yang responsif, efektif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

“Persoalan sampah yang terus berlarut, krisis akses air bersih, banjir tahunan akibat lemahnya perencanaan tata ruang, lambannya pembangunan infrastruktur di Desa Lenggo, hingga praktik rangkap jabatan dalam birokrasi merupakan indikator nyata bahwa arah pembangunan daerah masih mengalami problem serius pada aspek pelayanan dasar dan reformasi pemerintahan,” ujar Andi Baraq.

Terdapat lima poin tuntutan Semarak yakni Mendesak pemerintah daerah untuk segera merealisasikan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis kepentingan lingkungan hidup.

Menuntut pemenuhan akses air bersih sebagai hak dasar masyarakat yang wajib dijamin secara merata dan berkeadilan.

Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang, sistem drainase, dan kebijakan pembangunan yang tidak mampu mengantisipasi persoalan banjir secara komprehensif.

Menuntut percepatan pembangunan infrastruktur di Desa Lenggo sebagai bentuk pemerataan pembangunan dan keadilan sosial bagi masyarakat desa.

Mendesak evaluasi total terhadap praktik rangkap jabatan dalam birokrasi yang berpotensi menurunkan profesionalisme, efektivitas pelayanan publik, serta membuka ruang konflik kepentingan.

Kami menegaskan bahwa pemerintahan yang demokratis tidak cukup hanya dibangun melalui legitimasi elektoral, tetapi juga melalui kemampuan menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan riil masyarakat.

Oleh karena itu, kritik terhadap pemerintah bukanlah bentuk antagonisme terhadap negara, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan kontrol sosial demi terciptanya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Didampingi Plt Kepala Bapperida, Kadis PUPR, dan Staf Ahli Bupati, H. Samsul Mahmud menjelaskan bahwa sampah adalah persoalaan yang rumit dan merupakan tanggungjawab bersama, selain di Polman daerah lainnya juga memiliki masalah yang sama.

“Sebenarnya hari ini kita mau resmikan untuk pengoperasian TPST di Binuang karena disana sudah bisa dioperasikan dan boleh jadi besok kita resmikan,” jelas H. Samsul Mahmud.

Terkait Infrastruktur jalan di Lenggo, Ia menyampaikan tahun lalu Pemda sudah melakukan intervensi dengan bekerjasama Kodim 1402 Polman lewat program TMMD sementara untuk Tutar juga sudah ada anggaran tahun lalu dan tahun ini kembali akan dikerjakan oleh Pemprov untuk jalan ke Besoangin.

Sementara itu, terkait rangkap tugas yang dijalankan Sekda Polman, H. Samsul Mahmud menjelaskan penunjukan Sekda untuk Plt Kadis Pendidikan untuk mengisi kekosongan demikian juga Dewas PDAM dan Rumah Sakit.

“Kenapa pak Sekda karena kita mau yang cepat koordinasinya cepat, Pak Sekda ini orangnya profesional,” jelas H. Samsul Mahmud.

Ia juga menyampaikan, Dewas PDAM memang kewenangan Bupati menunjuk pengganti pejabatnya meninggal dan dalam waktu dekat ini jabatan Direktur akan berakhir, setelah pergantian Dirut tentu Dewasnya bukan lagi pak Sekda.(al/bdt)

Screenshot 20260602 185432 Gallery
Berita

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mendorong pembentukan forum rembuk desa di seluruh desa sebagai upaya memperbaiki dan memutakhirkan data kemiskinan. Langkah tersebut dinilai penting agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

Screenshot 20260602 220559 Chrome
Berita

POLEWALI MANDAR — Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, menghadiri sekaligus membuka kompetisi sepak bola usia dini kategori U-10 dan U-12 dalam rangka Pra Piala Presiden di Lapangan Sport Center HSM Mapilli, Kecamatan Luyo, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan sepak bola usia dini sekaligus wadah menumbuhkan karakter generasi muda melalui olahraga.

Dalam sambutannya, Fahry menegaskan bahwa turnamen usia dini memiliki peran penting dalam membentuk disiplin, sportivitas, hingga mental juara bagi anak-anak.

“Kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting, bukan hanya sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter, disiplin, sportivitas, kerja sama tim, dan mental juara bagi generasi muda,” ujar Fahry.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan sejak dini akan membuka peluang lahirnya atlet-atlet berbakat yang nantinya mampu membawa nama daerah ke tingkat lebih tinggi.

Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly memberikan sambutan pada pembukaan kompetisi Pra Piala Presiden U-10 dan U-12

“Dari lapangan inilah kita berharap lahir bibit-bibit pesepak bola berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama Polewali Mandar, Sulawesi Barat, bahkan Indonesia,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan membangun mental positif, bukan hanya mengejar kemenangan semata.

“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar bertanding dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati wasit, pelatih, dan sesama pemain. Menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, tetapi karakter yang baik dan semangat pantang menyerah adalah kemenangan yang sesungguhnya,” lanjutnya.

Fahry menegaskan, DPRD Polewali Mandar mendukung pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia unggul di daerah.

“DPRD Kabupaten Polewali Mandar mendukung upaya pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan menghasilkan atlet-atlet muda yang berprestasi,” tutupnya.