Daerah

Jembatan Perintis Garuda Rampung, TNI Buka Akses Jalan 2 Km untuk Warga

×

Jembatan Perintis Garuda Rampung, TNI Buka Akses Jalan 2 Km untuk Warga

Sebarkan artikel ini
IMG 20260827 WA0002
Pembukaan akses jalan menggunakan alat berat.

POLMAN,POJOKRAKYAT – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Pussui, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, telah rampung. Namun, pekerjaan belum berhenti. Kodim 1402/Polman melanjutkannya dengan karya bakti perintisan jalan sepanjang 2 kilometer yang menghubungkan jembatan tersebut dengan permukiman warga.

Jalan yang dirintis menghubungkan Dusun Kakkangan, Desa Tenggelang, menuju Dusun Maramba, Desa Pussui. Kondisi jalan yang sebelumnya kurang layak menjadi perhatian Kodim 1402/Polman agar akses menuju Jembatan Perintis Garuda dapat digunakan masyarakat dengan lebih mudah.

Dandim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin mengatakan, pembangunan jembatan harus dibarengi dengan akses jalan yang memadai. Karena itu, pihaknya berinisiatif melaksanakan karya bakti untuk membenahi jalan menuju jembatan.

“Jembatan sudah kita bangun, tetapi kalau akses jalannya masih kurang baik, tentu manfaat jembatan belum maksimal. Karena itu kita lanjutkan dengan karya bakti perintisan jalan,” kata Letkol Ikhwan.

Menurutnya, akses jalan bukan hanya berkaitan dengan mobilitas warga. Jalan yang lebih layak juga akan membuka akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan, mulai dari perekonomian, kesehatan hingga pendidikan.

“Kita ingin masyarakat lebih mudah membawa hasil pertanian, mendapatkan akses pelayanan kesehatan dan anak-anak juga lebih mudah menuju sekolah,” ujarnya.

Karya bakti tersebut dilakukan dengan mengerahkan personel Kodim 1402/Polman bersama masyarakat. Sejumlah alat berat juga digunakan untuk mempercepat proses pembukaan dan perbaikan badan jalan di medan yang cukup berat.

Letkol Ikhwan menegaskan, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga memastikan pembangunan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

“TNI hadir untuk masyarakat yang membutuhkan. Apa yang bisa kita bantu, tentu akan kita upayakan bersama,” tuturnya.

Dengan dibukanya akses jalan tersebut, diharapkan Jembatan Perintis Garuda tidak hanya menjadi penghubung antarkawasan, tetapi juga menjadi pintu baru bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut. (Zik)

IMG 20260823 WA0000
Daerah

Program peremajaan tanaman kakao seluas 200 hektare di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menuai polemik. Sejumlah kelompok tani penerima bantuan dilaporkan mempertanyakan hingga menolak bibit kakao yang telah didistribusikan karena dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan. Senin 24 Agustus 2026.