POLMAN,POJOK RAKYAT.ID — Sejumlah anggota Kelompok masyarakat penerima bantuan kakao di Kecamatan Tapango mengaku belum mendapat penggantian bibit yang rusak meski telah melapor ke pendamping atau penyuluh yang mendampingi penyaluran kakao. Selasa 09 September 2025.
Beberapa anggota Kelompok penerima bantuan kakao yang ditemui di sejumlah Desa di Kecamatan Tapango mengungkapkan jika bibit yang dilaporkan rusak belum digantikan.
“Bibitnya sudah ada sepuluh hari diterima dan yang rusak sudah dikumpul oleh anggota kelompok, juga telah dilaporkan ke penyuluh jika ada bibit yang rusak tetapi belum digantikan,” jelas salah satu anggota Kelompok Tani yang ditemui di Kecamatan Tapango.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bibit rusak yang diterima oleh anggota Kelompok tani mencapai 10 hinggaa 20 persen bibit yang rusak. Menurut anggota kelompok tani kerusakan bibit ini diakibatkan bibit stres karena di tumpuk diatas mobil dan juga bibitnya dari daerah yang jauh.
“Dua tiga hari setelah bibit kita karantina itu mulai mati tapi ada juga yang bagus, yang rusak ini ada 10 sampai 20 persen,” jelas penerima manfaat yang ditemui.
Warga berharap pihak penyedia dapat mengganti bibit yang rusak. Jumlah bibit yang diterima oleh setiap kelompok penerima yakni 3480 bibit dengan kondisi sehat siap tanam.
Sementara itu, PPK pengadaan bibit Muliadi membenarkan jika bibit yang mati diterima kelompok belum digantikan dan pihaknya baru meminta petugas lapang untuk melakukan penyisiran berita acara karena belum ada berita acara yang telah dilaporkan.
“Memang ada beberapa laporan dari media, jika memang benar ada yang mati harus ada berita acara dan akan dijadwalkan penggantiannya karena tidak mungkin diganti satu demi satu kelompok,” jelas Muliadi.
Ada yang ditemukan cuma dua dan ada yang sepuluh yang mati, hanya tidak melapor secara resmi ke petugas lapang.tambahnya.
Muliadi mengaku telah memberikan kemudahan kepada kelompok agar membuat berita acara permintaan penggantian bibit yang rusak dengan ditulis tangan jumlah bibit yang mati yang ditandatangani Ketua dan PPL.
“Tadi pak Wagub sudah meminta kami untuk mengganti bibit yang mati.” ujarnya.(bdt)













