Berita

Pembibitan Kakao Untuk Program Kementan di Matakali Polman Disorot

Pojoknews
×

Pembibitan Kakao Untuk Program Kementan di Matakali Polman Disorot

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260211 113053 Gallery
Kondisi pembibitan di Desa Barumbung Kecamatan Matakali Polman, ratusan ribu polybag masih kosong.

POLMAN, POJOKRAKYAT — Kegiatan pembibitan kakao yang dikelola CV Syahriandi Ashar Utama di Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), menjadi sorotan. Pembibitan yang diperuntukkan bagi proyek Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut diduga belum sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Rabu 11/02/2025.

Berdasarkan hasil penelusuran di lokasi pembibitan Desa Barumbung, Kecamatan Matakali, ditemukan sejumlah praktik yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan RAB diantaranya upah bagi para pekerja diduga tidak sesuai dengan RAB.

Selain itu, di area pembibitan tidak terlihat penggunaan plastik UV. Beberapa polybag juga hanya ditutup plastik biasa dan tidak disungkup sebagaimana umumnya standar kegiatan pembibitan. Terdapat pula informasi bahwa bibit kakao yang digunakan diduga belum mengantongi sertifikat, meski proses pembibitan telah berjalan.

Screenshot 20260211 113128 Gallery
Ribuan polybag ditutup plastik, tampak tidak dilengkapi sarana UV dan tidak di sungkup.

Terkait pengadaan benih, Direktur CV Creativeland, Aminah, selaku penyuplai benih kakao untuk CV Syahriandi Ashar Utama, menjelaskan bahwa benih kakao yang dikirim berasal dari perusahaannya.

“Permintaannya disuplai secara bertahap. Saat ini baru sekitar 300 ribu benih yang dikirim dari total 2.875.000 benih yang dipesan. Namun jaminan suplai sudah dilakukan sejak lama,” ujar Aminah saat dikonfirmasi pada 8 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa dalam mekanisme kerja sama, jaminan suplai merupakan salah satu syarat sebelum kontrak dapat dijalankan.

Sementara itu, salah seorang pekerja di lokasi pembibitan mengungkapkan bahwa CV Syahriandi Ashar Utama disebut hanya dipinjam namanya untuk kegiatan penyediaan bibit kakao Kementan RI.

Menurut keterangan pekerja tersebut, pembibitan di Barumbung disebut milik H. Azis yang saat ini sedang menjalankan ibadah umrah.

“Kami pesan biji ke Kolaka. Benih datang dalam kemasan dus dari penyedia CV Creativeland,” kata Aldi, pekerja yang mengaku sebagai pengawas di lokasi.
Namun, berdasarkan keterangan pekerja lain yang ditemui pada Jumat, 6 Februari 2026, benih kakao yang ditanam belakangan tidak lagi datang dalam kemasan dus, melainkan ditempatkan di dalam wadah baskom.

“Ini sisa bibit yang ditanam. Bibit yang datang ada tiga baskom. Kami tidak tahu apakah sebelumnya ada dus, bisa jadi sudah dibongkar di luar lokasi,” ujarnya.

Pekerja tersebut juga menyebutkan bahwa sisa benih kakao yang belum ditanam diduga merupakan jenis 25 dan 45, yang dapat dikenali dari bentuk bijinya.

Dikonfirmasi terkait benih yang menggunakan wadah baskom, Pengawas Benih Tanaman Kementan RI Firman Mantau mengatakan bahwa benih yang bersertifikat menggunakan kemasan.

“Nnti akan dicek pada saat pengajuan pemeriksaan.” singkat Firman Mantau saat dikonfirmasi Selasa 10 Februari 2026.

Terpisah, Aktivis anti korupsi Arya meminta Kementan agar lebih ketat dalam pengawasan penggunaan benih dan kesesuaian dalam RAB yang disajikan.

“Bayar saja berdasarkan progres, karena praktek praktek culas yang perlu diwaspadai oleh pihak Kementan,” tandas Arya.

Ia mengatakan, Dugaan Praktek culas itu diantaranya pada saat pengajuan BAST mereka memberikan laporan tidak sesuai masih banyak bibit yang belum tumbuh dibilang 100% tumbuhnya, padahal banyak yang masih belum tumbuh.

“Seharusny penyedia harus membuat foto perbedeng dibuktikan dengan geoteging sehingga dapat terlihat bibit layak di buatkan BAST atau tidak,” ujar Arya.

Jangan pakai perasaan dalam menilai bibit, kalau tidak sesuai katakan tidak sesuai karena bisa disebut kong kalikong jika itu selalu memberikan kesempatan yang tidak sepatutnya.

Ia juga mengatakan, Kami tau PPK tidak mungkin menghitung satu persatu itu bibit maka dari itu penyedia yang diminta agar dibuatkan laporan perkembangan tanaman berdasarkan bedeng,berdasarkan petak dan blok kegiatan untuk mempermudah pengawasan dengan foto geoteging tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Syahriandi Ashar Utama belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis dalam kegiatan pembibitan tersebut.(bdt)

Screenshot 20260602 185432 Gallery
Berita

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mendorong pembentukan forum rembuk desa di seluruh desa sebagai upaya memperbaiki dan memutakhirkan data kemiskinan. Langkah tersebut dinilai penting agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

Screenshot 20260602 220559 Chrome
Berita

POLEWALI MANDAR — Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, menghadiri sekaligus membuka kompetisi sepak bola usia dini kategori U-10 dan U-12 dalam rangka Pra Piala Presiden di Lapangan Sport Center HSM Mapilli, Kecamatan Luyo, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan sepak bola usia dini sekaligus wadah menumbuhkan karakter generasi muda melalui olahraga.

Dalam sambutannya, Fahry menegaskan bahwa turnamen usia dini memiliki peran penting dalam membentuk disiplin, sportivitas, hingga mental juara bagi anak-anak.

“Kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting, bukan hanya sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter, disiplin, sportivitas, kerja sama tim, dan mental juara bagi generasi muda,” ujar Fahry.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan sejak dini akan membuka peluang lahirnya atlet-atlet berbakat yang nantinya mampu membawa nama daerah ke tingkat lebih tinggi.

Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly memberikan sambutan pada pembukaan kompetisi Pra Piala Presiden U-10 dan U-12

“Dari lapangan inilah kita berharap lahir bibit-bibit pesepak bola berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama Polewali Mandar, Sulawesi Barat, bahkan Indonesia,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan membangun mental positif, bukan hanya mengejar kemenangan semata.

“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar bertanding dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati wasit, pelatih, dan sesama pemain. Menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, tetapi karakter yang baik dan semangat pantang menyerah adalah kemenangan yang sesungguhnya,” lanjutnya.

Fahry menegaskan, DPRD Polewali Mandar mendukung pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia unggul di daerah.

“DPRD Kabupaten Polewali Mandar mendukung upaya pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan menghasilkan atlet-atlet muda yang berprestasi,” tutupnya.