POLMAN, POJOKRAKYAT.ID — Tim Bappenas dan Baznas Republik Indonesia (RI) tinjau program Z-Mart yang tersebar di Kabupaten Polman. Selasa 07 Juli 2026.
Perwakilan Bappenas RI Irlandi menyampaikan, pihaknya bersama Baznas turun melakukan pemantauan program Z Mart yang dikucurkan oleh Baznas RI bekerjasama dengan Baznas Polman.
“Kami bekerjasama dengan Baznas Pusat untuk mensinergikan program Baznas Pusat dan yanh dilaksanakan oleh Pemerintah agar cakupan mamfaatnya lebih luas lagi,” jelas Irlandi.
Untuk di Polman kunjungan kami untuk melakukan validasi atau pemantauan terhadap program Z mart yang dikelola oleh Baznas pusat dan Baznas Polman.
Ditempat yang sama, Perwakilan Baznas RI Deden Kuswanda mengatakan, kunjungan ke Polman dengan menggamdeng Bappenas bertujuan memastikan praktik baik program yang sudah berjalan di Polman.
“Nanti kita akan bersama-sama melakukan evaluasi dan langkah terbaik yang akan dilakukan untuk nantinya dapat duplikasi ke daerah lain,” jelas Deden.
Ia juga menyampaikan bahwa program ini sudah berjalan sejak tahun 2024 dan hari ini sampai dengan hari kami akan melakukan pemantauan sekaligus ke lokasi pertanian pangan yang sebelumnya dibantu.
Program Z-Mart adalah program pemberdayaan ekonomi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang berfokus pada pengembangan usaha warung atau toko ritel skala mikro dan kecil. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas, daya saing, dan omzet pedagang kecil agar mampu bertahan dan mandiri secara ekonomi, khususnya di wilayah perkotaan.
Ketua Baznas Polman H. Nur Rachman menyampaikan, tahun 2024 lalu terdapat 50 UKM di Polman mendapatkan bantuan dana X Mart dari Baznas Pusat. Bantuan tersebut menyasar langsung para pelaku UKM demikian juga anggarannya tidak melalui Baznas Polman tetapi langsung ke masyarakat.
“Terdapat 50 pelaku usaha yang mendapatkan bantuan Z mart ini ditahun 2025 yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM kita,” jelas H. Nur Rachman.
Informasi yang dihimlun, Program Z-Mart adalah program pemberdayaan ekonomi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang berfokus pada pengembangan usaha warung atau toko ritel skala mikro dan kecil. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas, daya saing, dan omzet pedagang kecil agar mampu bertahan dan mandiri secara ekonomi, khususnya di wilayah perkotaan.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindag) Polman Agusniah Hasan Sulur mengapresiasi kunjungan Baznas dan Bappenas RI ke Polman. Ia berharap kehadiran dua lembaga pusat ini membawa berkah bagi Kabupaten Polman dimana program yang dilaksanakan Baznas RI sejalan dengan program pembinaan UMKM di Polman.
“di Polman terdapat 60 ribu data UMKM namun yang memiliki NIB baru 35 rb lebih, masih banyak yang belum memenuhi standar, kita berharap melalui kolaborasi ini pelaku UMKM kita dapat naik kelas baik dari izin, kemanan pangan, dan dapat bermitra dengan dapur,” jelas Agusniah.
Ia berbarap UMKM yang diintervensi oleh Baznas RI adalah UKM yang masuk dalam data base Pemda Polman.(bdt)














