POLMAN, POJOKRAKYAT — Proyek revitalisasi bangunan SMP Negeri 4 Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), menuai sorotan. Sejumlah pihak mempertanyakan kesesuaian spesifikasi material hingga proses penunjukan pelaksana proyek. Kamis, 21 Mei 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, material besi yang digunakan di lapangan disebut berbeda dengan gambar acuan proyek. Dalam dokumen gambar kerja, proyek disebut menggunakan besi 10 ulir, namun di lapangan ditemukan penggunaan besi 10 biasa.
Selain itu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga disorot lantaran sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan perlengkapan keselamatan saat bekerja.
Sorotan lain muncul pada penggunaan atap seng. Dalam gambar acuan kerja disebutkan spesifikasi seng 0,35, sementara material yang digunakan di lapangan disebut menggunakan seng 0,30.
Tak hanya soal material, proses penunjukan panitia pembangunan sekolah juga menjadi perhatian. Kontraktor sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2S), H. Ishak, sempat mengaku ditunjuk oleh kepala sekolah karena hubungan pertemanan. Namun, belakangan Kepala Sekolah menyatakan penunjukan tersebut telah melalui persetujuan komite sekolah.
Menanggapi berbagai sorotan tersebut, H. Ishak mengakui adanya perbedaan antara gambar acuan kerja dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Yang menjadi acuan adalah RAB karena di situ tertera item yang dibayarkan. Untuk besi, di RAB tertulis besi 10 biasa, bukan ulir. Besi 10 ulir dan biasa pada dasarnya sama selama masih dalam batas toleransi 9,5 dan masuk kategori besi 10,” jelasnya.
Terkait penggunaan atap seng, ia menegaskan material yang dipasang sudah sesuai dengan spesifikasi pengadaan, yakni seng 0,30.
Sementara mengenai pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri, H. Ishak mengaku pihaknya telah menyediakan perlengkapan K3, namun pekerja enggan menggunakannya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyebut proyek tidak membuat direksi kit. Jika hal tersebut menjadi temuan, ia mengaku siap mengembalikan anggaran sebesar Rp1,5 juta.
Kepala SMPN 4 Polewali, Kamaluddin, mengatakan pihaknya berupaya menjadikan proyek revitalisasi tersebut sebagai percontohan program revitalisasi sekolah di Polman.
“Sebagian besar bangunan direvitalisasi. Untuk bangunan baru hanya WC dan lapangan. Saat ini yang belum dikerjakan tinggal lapangan,” ujar Kamaluddin.
Program revitalisasi SMPN 4 Polewali diketahui menelan anggaran sebesar Rp.2,2 miliar dan ditargetkan rampung pada Agustus mendatang. (red)
Next : 1 Kontraktor Kerjakan Dua Sekolah …..














