POLMAN, POJOKRAKYAT — Proyek penguatan tebing sungai di Desa Kurma Kecamatan Mapilli menuai tanda tanya, tak ada papan proyek yang menjelaskan volume dan anggaran kegiatan tersebut serta sumber anggaran. Rabu 01 Juli 2026.
Masyarakat setempat yang ditemui tak jauh dari lokasi tersebut khawatir pengerjaan tanggul tidak sampai pada titik awal yang diukur sebelum pekerjaan dimulai, “kalau diukur pertama kali itu seharusnya pekerjaan ini masih ada empat puluh meter lagi yang belum dikerjakan tapi saya lihat sudah ada patok yabg tidak sampai di titik sebelumnya,” ungkap warga setempat.
Warga setempat menyampaikan, proyek penguatan tebing ini sudah berjalan satu bulan. Warga bersyukur tebing sungai telah ditanggul namun apabila tidak sampai pada titik sebelumnya maka ancaman abrasi yang lebih parah kembali akan mengancam pemukiman masyarakat.
“Yang sangat parah ini titik yang belum dikerjakan, kalau tidak dikerjakan bisa membahayakan pemukiman warga bahkan air bisa meluap hingga ke kantor Kecamatan,” tutur warga yang ditemui.
Bahkan, jika penguatan tebing tidak dituntaskan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lahan pertanian masyarakat, tetapi juga berpotensi mengancam rumah kediaman mantan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Aladin S. Mengga, serta kawasan Kantor Kecamatan Mapilli.
Warga yang ditemui juga mengungkapkan jika tidak mengetahui secara pasti proyek penguatan tebing tersebut apalagi tak ada papan informasi proyek yang lazim pada proyek pemerintah.
Selain tidak transfaran, proyek penguatan tebing sungai tersebut juga diduga menggunakan material yang berasal dari tambang ilegal yang seharusnya tidak digunakan dalam proyek pemerintah.
Pelaksana proyek yang coba di konfirmasi tidak memberikan respon. (bdt)














