POLMAN, POJOKRAKYAT — 4.056 Perangkat Mesjid di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) jadi korban dugaan korupsi anggaran insentif perangkat mesjid dan rohaniawan tahun anggaran 2023. Rabu 07 Oktober 2026.
Informasi yang dihimpun, anggaran tersebut dicairkan pada tahun 2023 senilai Rp. 4,2 Miliar oleh Bendahara Pengeluaran Sekretariat Daerah Kabupaten Polman.
Bagian Kesra Pemkab Polman, mencatat ada 1014 masjid yang tercatat mendapat penyaluran anggaran tersebut.
Setiap masjid terdapat empat perangkat, terdiri dari imam masjid, khatib, bilal dan guru mengaji.
Sehingga total 4.056 perangkat masjid dari 1014 masjid dan pendeta 86 tak dibayarkan honornya pada tahun anggaran 2024z.
Pejabat Teknis Kegiatan (PTK) Bidang Kesra Pemkab Polman, Rahmatia membenarkan jika anggaran honorarium itu sempat cari di Bendahara Pengeluaran Sekretariat Daerah Pemkab Polman.
“anggarannya sempat cair, tapi tidak sampai di Bagian Kesra, jadi tidak dibayarkan itu 4.056 perangkat masjid, kalau pendeta aman sudah dibayar dia,” kata Rahmatia saat di konfirmasi di kantornya.
Dia menyampaikan 4.056 perangkat masjid tidak sempat dibayarkan pada tahun 2023 meski anggaran sempat cair.
Kemudian pada tahun 2024 anggaran perangkat masjid senilai Rp. 4,2 miliar kembali cair dan dibayarkan untuk menutupi honorarium perangkat masjid di 2023 yang belum terbayar.
Sehingga kata Rahmatia, yang menjadi letak masalahnya karena anggaran 2024 digunakan untuk bayar tunggakan utang 2023.
“Bukan peruntukannya, sehingga itulah yang menjadi permasalahannya, karena anggaran 2024 digunakan bayar perangkat masjid di 2023,” ungkapnya.
Sebenarnya diberitakan, Polisi tengah mengusut dugaan korupsi anggaran honorarium perangkat masjid tahun 2024 sebesar Rp 4,2 miliar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).
Ditreskrimsus Polda Sulbar telah memeriksa 28 saksi dan menaikkan status perkara ini ke tahap penyidikan.(*)













