Daerah

Terhenti Ditengah Jalan, Proyek Hanggar Kembali Bakal Dapat Suntikan Rp. 4 Miliar Tahun Ini

Pojoknews
×

Terhenti Ditengah Jalan, Proyek Hanggar Kembali Bakal Dapat Suntikan Rp. 4 Miliar Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20250708 220320 Google
Kondisi TPA Paku beberapa tahun lalu.

POLMAN, POJOKRAKYAT – Proyek pembangunan hanggar pengelolaan sampah di eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, menjadi sorotan publik. Setelah menelan anggaran awal sebesar Rp 600 juta pada tahun 2024 dan mangkrak di tengah jalan, proyek ini rencananya akan kembali dilanjutkan tahun ini dengan tambahan anggaran fantastis senilai Rp. 4 miliar. Rabu 8/7/2025.

Proyek yang diklaim menggunakan skema swakelola tipe II dan dikerjakan oleh masyarakat Desa Paku ini sebelumnya telah disuntik anggaran Rp. 1,2 miliar, namun hanya sekitar Rp. 600 juta yang disebut telah digunakan untuk pengadaan barang dan pematangan lahan. Meski begitu, bangunan fisik belum tampak berdiri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Polman, Jumadil Tappawali, mengklaim proyek terhenti karena force majeure, “Semua dokumen lengkap. Tahun ini tetap akan dibangun karena ada tambahan Rp 4 miliar,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (8/7).

Menurutnya, hanggar yang direncanakan memiliki ukuran 30 x 50 meter. Di lokasi ini juga akan dioperasikan mesin pemusnah sampah dengan kapasitas 10 ton per hari. “Sampah akan dipilah, residu dibakar, tidak ada lagi pengelolaan model lama,” tambah Jumadil.

Informasi yang diterima menyebutkan, dari total anggaran Rp 600 juta, hanya sekitar Rp 500 jutaan yang benar-benar digunakan untuk belanja material seperti rangka besi kini disimpan di belakang kantor DLHK Polman dan sisanya untuk pajak. (bdt)

Screenshot 20260611 180826 Chrome
Daerah

Rencana aktivitas pertambangan komoditas galena di Kabupaten Polewali Mandar menuai sorotan. Aktivis lingkungan hidup Muhammad Yusri memperingatkan bahwa eksploitasi tambang di kawasan hulu berpotensi memicu bencana ekologis serta mengancam sektor pertanian dan pariwisata yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat. Kamis 11 Juni 2026.

Screenshot 20260508 211930 Gallery
Daerah

Sekretaris Daerah (Sekda) Polewali Mandar, Nursaid Mustafa, mengakui dirinya saat ini merangkap sejumlah jabatan strategis, Pernyataan itu disampaikan Jumat, 8 Mei 2026, menyusul sorotan dari LSM Amperak terkait dugaan pelanggaran aturan dalam rangkap jabatan tersebut.