Pendidikan

Mahasiswa Administrasi Negara STISIP Bina Generasi Gelar Kegiatan Pengabdian di Kelurahan Sulewatang

×

Mahasiswa Administrasi Negara STISIP Bina Generasi Gelar Kegiatan Pengabdian di Kelurahan Sulewatang

Sebarkan artikel ini
IMG 20250720 WA0002 scaled

POLMAN, POJOK RAKYAT– Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara STISIP Bina Generasi Polewali Mandar melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat selama tiga hari, dari 16 hingga 18 Juli 2025, di Kelurahan Sulewatang, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini merupakan implementasi dari mata kuliah Reformasi Administrasi, dengan fokus utama pada peran mahasiswa dalam pengembangan pelayanan pemerintahan berbasis digital. Jum’at, 18 Juli 2025.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengefektifkan pelayanan publik dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui solusi berbasis teknologi serta pendekatan partisipatif. Para mahasiswa berdiskusi langsung dengan aparat kelurahan untuk menggali permasalahan administrasi di lapangan dan menawarkan strategi pemecahan yang konkret.

Ketua pelaksana kegiatan, Abd. Rahman, menyampaikan apresiasi kepada Lurah Sulewatang beserta jajarannya atas sambutan hangat dan keterbukaan selama kegiatan berlangsung. Diskusi berjalan dinamis, mengangkat isu-isu penting mulai dari kendala pemutakhiran data pada aplikasi Prodeskel, hingga tantangan dalam penerbitan surat keterangan ahli waris yang sering kali berujung pada konflik sosial.

Lurah Sulewatang menjelaskan bahwa akurasi aplikasi Prodeskel sudah mencapai sekitar 90%, namun pembaruan data, terutama data kematian warga, masih menjadi tantangan karena minimnya laporan dari pihak keluarga. Ia menambahkan bahwa seluruh data tetap dapat dipertanggung jawabkan karena dikumpulkan oleh para kepala lingkungan berdasarkan dokumen resmi warga seperti Kartu Keluarga.

Dalam diskusi tersebut, mahasiswa menyoroti potensi konflik yang muncul dari pembuatan surat ahli waris, di mana warga sering kali membawa draf sendiri tanpa mencantumkan semua ahli waris. Oleh karena itu, pihak kelurahan kini menerapkan prosedur yang ketat: surat hanya diterbitkan jika semua ahli waris tercantum dan diverifikasi oleh kepala lingkungan.

Lurah Sulewatang juga menegaskan bahwa kehati-hatian dalam setiap pengambilan keputusan, khususnya yang berkaitan dengan data kependudukan dan pertanahan, menjadi sangat penting di tengah maraknya kasus sengketa lahan yang terjadi di Polewali Mandar. Banyaknya konflik kepemilikan lahan yang muncul belakangan ini menjadi alarm bagi pemerintah kelurahan agar lebih sistematis dan transparan dalam proses administrasi.

Menanggapi hal ini, mahasiswa STISIP Bina Generasi menawarkan solusi strategis berupa digitalisasi pelayanan dan penyusunan peta digital berbasis kesepakatan warga. Langkah ini diyakini akan menjadi alat penting dalam mengurangi konflik agraria dan memperjelas batas wilayah, sekaligus meningkatkan kecepatan dan akurasi layanan publik di tingkat kelurahan.

“Kami menyarankan agar kelurahan mulai menyusun peta digital yang disepakati bersama warga sebagai rujukan resmi, dan mendigitalisasi arsip penting agar lebih transparan dan mudah diakses,” ujar Abd. Rahman.

Lurah Sulewatang memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya bermanfaat secara akademis, tetapi juga sangat relevan dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa STISIP Bina Generasi ini. Kritik dan masukan yang disampaikan sangat membangun, dan solusi yang ditawarkan pun strategis serta bisa diterapkan di lapangan. Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di Kelurahan Sulewatang, tetapi juga bisa menyentuh kelurahan-kelurahan lain di wilayah Kabupaten Polewali Mandar,” ujar Lurah Sulewatang.

Sementara itu, Abd. Rahman menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk pengabdian kepada pemerintah, tetapi merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat. “Kami hadir bukan sekadar untuk belajar, tapi juga membawa energi perubahan. Kegiatan ini adalah bukti bahwa mahasiswa bisa menjadi mitra strategis dalam memperbaiki sistem pelayanan di akar rumput,” ujarnya.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintahan lokal, guna menciptakan layanan publik yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(*)

IMG 20260725 WA0007
Pendidikan

Lembaga Pers Mahasiswa (Lapersma) ITBM Polewali Mandar bekerja sama dengan Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulawesi Barat menggelar Rapat Kerja dan Pelatihan Jurnalistik di lingkungan Kampus ITBM Polman, Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Jumat (25/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang mahasiswa sebagai peserta.

IMG 20260724 WA0003
Pendidikan

Sebanyak tujuh guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dipercaya menduduki jabatan definitif sebagai kepala sekolah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Selain itu, puluhan guru PPPK lainnya juga ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah sekolah.

Screenshot 20260723 201934 Gallery
Pendidikan

POLMAN, POJOKRAKYAT — Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Anggarkan Rp. 250 jutaan untuk pendataan sekolah rusak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah pertama (SMP) yang tersebar disejumlah Kecamatan di Polman. Rabu 23 Juli 2026.

Data dan informasi yang dihimpun, pendataan tingkat kerusakan sekolah ini tersebar dibeberapa Kecamatan dengan nilai anggaran yang berbeda-beda.

1. Wilayah Kecamatan Limboro, Alu dan Tutar Rp. 50 Juta.
2. Wilayah Kecamatan Binuang, Polewali, Anreapi dan Matakali Rp. 41 juta.
2. Wilayah Wonomulyo, Tapango dan Matangnga Rp. 31 Juta.
3. Wilayah Campalagian, Balanipa dan Tinambung Rp. 43 juta.
4. Mapilli, Luyo dan Bulo Rp. 33 Juta.
5. Pendataan Sekolah rusak SMP Rp. 52 juta

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan (Sarpras) Gunawan menjelaskan bahwa pendataan sekolah rusak untuk menindaklanjuti hasil temuan dari BPK, karena data tingkat kerusakan yang terinput di Dapodik yang dilakukan oleh sekolah dianggap belum valid oleh BPK sehingga kita Menindaklanjuti temuan BPK tersebut dengan melakukan pendataan dan verifikasi kembali di semua SD dan SMP di Kab. Polman.

“kita melibatkan 20 orang tenaga ahli yang memiliki latar pendidikan teknik yang mengerti tentang analisis kerusakan bangunan,” jelas Kepala Bidang Sarpras Gunawan.

Inti dari kegiatan tersebut adalah Menindaklanjuti rekomendasi BPK seandainya tidak ada temuan atau rekomendasi BPK Kami tidak akan melakukan proses itu karena memang sudah dilakukan oleh sekolah, namun datanya dianggap belum valid oleh BPK sehingga kami melakukan proses pendataan kembali yang dilakukan oleh tim teknis yang punya latar belakang pendidikan teknis. Tegasnya.

Sementara untuk besaran anggaran tiap Kecamatan berbeda, Gunawan menjelaskan, “kalau saya tidak salah, dihitung secara proporsional berdasarkan jumlah sekolah yang diverifikasi kembali dan dihitung analisis tingkat kerusakannya.” tuturnya

Ia menambahkan, jika dilihat dari total anggaran bisa digunakan untuk rehabilitasi ruangan satu kelas, tetapi Rp. 250 juta ini dibagi 420 sekolah nilai anggaran untuk satu sekolah hanya Rp. 500 ribuan saja.

“Setiap sekolah memiliki 12 ruang kelas yang dilakukan pendataan dan perhitungan, sebenarnya anggaran ini sangat kecil.” ujarnya.

Ia menargetkan pendataan ini rampung pada bulan Agustus yang akan datang.(arf)

IMG 20260515 WA0003
Pendidikan

Ribuan pasang mata larut dalam suasana haru, khidmat, dan penuh kebanggaan pada pelaksanaan Khataman Sharaf XI dan Haflatul Ikhtitam VIII Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga, Kamis, 14 Mei 2026. Di tengah derasnya arus zaman, krisis adab, dan tantangan moral generasi muda, pesantren kembali ditegaskan sebagai benteng terakhir penjaga akhlak dan karakter bangsa.