BeritaPendidikan

Grand Final Debat Ilmiah Keislaman Santri Al-Risalah Batetangnga Berlangsung Semarak dan Penuh Antusias

×

Grand Final Debat Ilmiah Keislaman Santri Al-Risalah Batetangnga Berlangsung Semarak dan Penuh Antusias

Sebarkan artikel ini
IMG 20251209 WA0003 scaled

POJOKRAKYAT.ID — Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga kembali meneguhkan tradisi intelektualnya melalui penyelenggaraan Grand Final Debat Ilmiah Keislaman, yang digelar di Aula Putri Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga pada malam Senin, 7 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian kompetisi debat yang disusun untuk memperkuat daya kritis santri, melatih kemampuan menelusuri referensi, mempertajam seni berargumentasi, serta mengasah kecakapan dalam memadukan dalil-dalil keislaman dengan realitas sosial.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga, Dr. M. Ali Rusdi Bedong, S.Th.I., M.H.I., menekankan bahwa debat ilmiah adalah wahana penting dalam membangun karakter intelektual santri.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengeksplor kemampuan santri dalam menyampaikan gagasan secara kritis, mampu mengemukakan pendapat dengan baik, dan terampil mencari dalil yang dibutuhkan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena ini merupakan salah satu langkah penting untuk menghadapi persaingan di masa depan,” ungkapnya.

Babak grand final mempertemukan dua tim terbaik yang tampil dengan performa meyakinkan. Tim 3-B PDF sebagai kubu pro diperkuat oleh Muh. Yasir, Muh. Fadhil Alwi, dan Muh. Khilman Ramadhan. Adapun kubu kontra diwakili Tim 2-A PDF yang beranggotakan Ilham Junaid, Muhammad Al-Farabi Rahmat, dan Irham Junaid. Kedua tim menunjukkan penguasaan materi, argumentasi yang terstruktur, dan respons cepat terhadap serangan lawan, sehingga jalannya debat berlangsung hidup, tegang, sekaligus edukatif.

Kegiatan ini mendapatkan perhatian besar dan disaksikan oleh ribuan santri putra dan putri, serta para dewan guru. Antusiasme yang meluap dari para penonton semakin menghidupkan jalannya kompetisi dan memberi dorongan moral yang kuat kepada para peserta.

Melalui penyelenggaraan grand final ini, Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga kembali membuktikan komitmennya dalam melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu-ilmu keagamaan, tetapi juga kritis, berwawasan luas, dan mampu berkompetisi di berbagai ruang diskursus keilmuan modern. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pesantren mampu menghadirkan ruang intelektual yang hidup, relevan, dan adaptif terhadap tantangan zaman.(rls)

IMG 20260725 WA0007
Pendidikan

Lembaga Pers Mahasiswa (Lapersma) ITBM Polewali Mandar bekerja sama dengan Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulawesi Barat menggelar Rapat Kerja dan Pelatihan Jurnalistik di lingkungan Kampus ITBM Polman, Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Jumat (25/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang mahasiswa sebagai peserta.

IMG 20260724 WA0003
Pendidikan

Sebanyak tujuh guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dipercaya menduduki jabatan definitif sebagai kepala sekolah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Selain itu, puluhan guru PPPK lainnya juga ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah sekolah.

Screenshot 20260723 201934 Gallery
Pendidikan

POLMAN, POJOKRAKYAT — Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Anggarkan Rp. 250 jutaan untuk pendataan sekolah rusak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah pertama (SMP) yang tersebar disejumlah Kecamatan di Polman. Rabu 23 Juli 2026.

Data dan informasi yang dihimpun, pendataan tingkat kerusakan sekolah ini tersebar dibeberapa Kecamatan dengan nilai anggaran yang berbeda-beda.

1. Wilayah Kecamatan Limboro, Alu dan Tutar Rp. 50 Juta.
2. Wilayah Kecamatan Binuang, Polewali, Anreapi dan Matakali Rp. 41 juta.
2. Wilayah Wonomulyo, Tapango dan Matangnga Rp. 31 Juta.
3. Wilayah Campalagian, Balanipa dan Tinambung Rp. 43 juta.
4. Mapilli, Luyo dan Bulo Rp. 33 Juta.
5. Pendataan Sekolah rusak SMP Rp. 52 juta

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan (Sarpras) Gunawan menjelaskan bahwa pendataan sekolah rusak untuk menindaklanjuti hasil temuan dari BPK, karena data tingkat kerusakan yang terinput di Dapodik yang dilakukan oleh sekolah dianggap belum valid oleh BPK sehingga kita Menindaklanjuti temuan BPK tersebut dengan melakukan pendataan dan verifikasi kembali di semua SD dan SMP di Kab. Polman.

“kita melibatkan 20 orang tenaga ahli yang memiliki latar pendidikan teknik yang mengerti tentang analisis kerusakan bangunan,” jelas Kepala Bidang Sarpras Gunawan.

Inti dari kegiatan tersebut adalah Menindaklanjuti rekomendasi BPK seandainya tidak ada temuan atau rekomendasi BPK Kami tidak akan melakukan proses itu karena memang sudah dilakukan oleh sekolah, namun datanya dianggap belum valid oleh BPK sehingga kami melakukan proses pendataan kembali yang dilakukan oleh tim teknis yang punya latar belakang pendidikan teknis. Tegasnya.

Sementara untuk besaran anggaran tiap Kecamatan berbeda, Gunawan menjelaskan, “kalau saya tidak salah, dihitung secara proporsional berdasarkan jumlah sekolah yang diverifikasi kembali dan dihitung analisis tingkat kerusakannya.” tuturnya

Ia menambahkan, jika dilihat dari total anggaran bisa digunakan untuk rehabilitasi ruangan satu kelas, tetapi Rp. 250 juta ini dibagi 420 sekolah nilai anggaran untuk satu sekolah hanya Rp. 500 ribuan saja.

“Setiap sekolah memiliki 12 ruang kelas yang dilakukan pendataan dan perhitungan, sebenarnya anggaran ini sangat kecil.” ujarnya.

Ia menargetkan pendataan ini rampung pada bulan Agustus yang akan datang.(arf)