Berita

Fraksi Nasdem Soroti Keberadaan Retail Modern Yang Menjamur

Pojoknews
×

Fraksi Nasdem Soroti Keberadaan Retail Modern Yang Menjamur

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260331 193109 Gallery
Ketua Fraksi Nasdem Syarifuddin.

POLMAN, POJOKRAKYAT — Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD Polewali Mandar (Polman) soroti menjamurnya gerai ritel modern di bumi tipalayo. Selasa 31 Maret 2026.

Ketua Fraksi Nasdem Syarifuddin mengatakan, pertumbuhan retail modern seperti Alfa Mart dan Alfamidi di Polman perlu segera dievaluasi oleh Pemda karena jumlahnya sudah menjamur bahkan sudah masuk ke beberapa Desa yang berpotensi mengancam keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat lokal.

“Jumlah gerai saat ini sudah mencapai puluhan dan bahkan mulai masuk ke desa-desa. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini bisa membuat UMKM kita tergerus bahkan mati suri,” ujar Ketua fraksi Nasdem Syarifuddin kepada awak media.

Ia juga meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk meninjau kembali kebijakan penerbitan izin usaha, termasuk Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) bagi ritel modern.

Selain itu, Fraksi NasDem juga mempertanyakan kontribusi nyata dari keberadaan Alfamart dan Alfamidi terhadap daerah, baik dari sisi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) maupun pemberdayaan masyarakat.

Di sisi lain, fraksi turut menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjelang Idulfitri. Mereka mendesak pihak terkait untuk segera mengambil langkah cepat agar distribusi kembali normal.

Fraksi NasDem memastikan akan segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama instansi terkait guna mencari solusi atas berbagai persoalan tersebut, termasuk penataan ritel modern dan stabilitas pasokan energi di Polman.(bdt)

IMG 20260327 WA0009
Berita

DPRD Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, melakukan kunjungan kerja ke DPRD Polewali Mandar pada Kamis (26/3/2026) untuk bertukar gagasan terkait pengelolaan anggaran di tengah kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.