Hukum

Revitalisasi SMPN 4 Polewali Disorot, Spesifikasi Material dan Penunjukan Kontraktor Dipertanyakan

Pojoknews
×

Revitalisasi SMPN 4 Polewali Disorot, Spesifikasi Material dan Penunjukan Kontraktor Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Kamaluddin : Penunjukan P2S Sesuai Aturan

Screenshot 20260523 174207 Gallery
Salah satu pekerja proyek tidak menggunakan K3 saat melakukan pemasangan batu di ketinggian bangunan di SMPN 4 Polewali.

POLMAN, POJOKRAKYAT — Proyek revitalisasi bangunan SMP Negeri 4 Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), menuai sorotan. Sejumlah pihak mempertanyakan kesesuaian spesifikasi material hingga proses penunjukan pelaksana proyek. Kamis, 21 Mei 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, material besi yang digunakan di lapangan disebut berbeda dengan gambar acuan proyek. Dalam dokumen gambar kerja, proyek disebut menggunakan besi 10 ulir, namun di lapangan ditemukan penggunaan besi 10 biasa.

Selain itu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga disorot lantaran sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan perlengkapan keselamatan saat bekerja.

Sorotan lain muncul pada penggunaan atap seng. Dalam gambar acuan kerja disebutkan spesifikasi seng 0,35, sementara material yang digunakan di lapangan disebut menggunakan seng 0,30.

Tak hanya soal material, proses penunjukan panitia pembangunan sekolah juga menjadi perhatian. Kontraktor sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2S), H. Ishak, sempat mengaku ditunjuk oleh kepala sekolah karena hubungan pertemanan. Namun, belakangan Kepala Sekolah menyatakan penunjukan tersebut telah melalui persetujuan komite sekolah.

Menanggapi berbagai sorotan tersebut, H. Ishak mengakui adanya perbedaan antara gambar acuan kerja dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Yang menjadi acuan adalah RAB karena di situ tertera item yang dibayarkan. Untuk besi, di RAB tertulis besi 10 biasa, bukan ulir. Besi 10 ulir dan biasa pada dasarnya sama selama masih dalam batas toleransi 9,5 dan masuk kategori besi 10,” jelasnya.

Terkait penggunaan atap seng, ia menegaskan material yang dipasang sudah sesuai dengan spesifikasi pengadaan, yakni seng 0,30.

Sementara mengenai pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri, H. Ishak mengaku pihaknya telah menyediakan perlengkapan K3, namun pekerja enggan menggunakannya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyebut proyek tidak membuat direksi kit. Jika hal tersebut menjadi temuan, ia mengaku siap mengembalikan anggaran sebesar Rp1,5 juta.

Kepala SMPN 4 Polewali, Kamaluddin, mengatakan pihaknya berupaya menjadikan proyek revitalisasi tersebut sebagai percontohan program revitalisasi sekolah di Polman.

“Sebagian besar bangunan direvitalisasi. Untuk bangunan baru hanya WC dan lapangan. Saat ini yang belum dikerjakan tinggal lapangan,” ujar Kamaluddin.

Program revitalisasi SMPN 4 Polewali diketahui menelan anggaran sebesar Rp.2,2 miliar dan ditargetkan rampung pada Agustus mendatang. (red)

Next : 1 Kontraktor Kerjakan Dua Sekolah …..

IMG 20260515 WA0002
Hukum

Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Sulawesi Selatan menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengecam keras dugaan tindak pidana penyekapan dan kekerasan seksual yang dialami seorang mahasiswi di wilayah Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Jum’at 15 Mei 2026.

Screenshot 20260513 082441 Gallery
Berita

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggelar rapat tertutup terkait hasil penggerebekan rokok ilegal dari berbagai merek yang berhasil diamankan dalam operasi gabungan bersama satpol PP provinsi Sulawesi barat, satpol PP polewali mandar, dan badan pendapatan daerah (bapenda), Rapat tersebut berlangsung di salah satu ruang pertemuan bapenda dan dihadiri sejumlah pejabat terkait, Selasa (12/5/2026).