Berita

DPRD Polman Minta Penambahan Kuota Pertalite di Tengah Antrean SPBU

×

DPRD Polman Minta Penambahan Kuota Pertalite di Tengah Antrean SPBU

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260915 142310 Gallery
Suasana RDP terkait persoalaan BBM yang melibatkan Pemkab, Kepolisian dan Majasiswa serta pengusaha SPBU.

POLMAN, POJOKRAKYAT — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) meminta penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, khususnya Pertalite, untuk mengurai persoalan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Permintaan tersebut menjadi salah satu kesimpulan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait persoalan BBM yang digelar di ruang aspirasi DPRD Polman, Selasa (15/9/2026).

Ketua Komisi II DPRD Polman, Amir, mengatakan penambahan kuota Pertalite diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor dan kendaraan umum.

“Ini adalah kesepakatan forum yang di dalamnya ada mahasiswa, kepolisian, Pemda dan pihak SPBU. Keputusan yang diambil, DPRD berharap ada penambahan kuota untuk Pertalite,” kata Amir.

Menurutnya, usulan tersebut tetap mengacu pada ketentuan dan regulasi yang berlaku terkait penyaluran BBM bersubsidi.

Amir juga menilai pemberlakuan surat edaran Bupati Polman terkait pengaturan BBM memberikan dampak positif. Kebijakan tersebut disebut mampu membantu mengurai antrean di sejumlah SPBU.

RDP tersebut turut dihadiri Kapolres Polman AKBP Zaky Maghfur didampingi Kasat Intel Polres Polman AKP Haspar, Wakil Ketua DPRD Polman H. Amiruddin, Ardan Aras, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Andi Masri Masdar, Kepala Disperindagkop Polman Hj. Agusniah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jumadil, serta Kepala DKP Ahmad Kilang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Polman, Jumadil, memaparkan kebutuhan BBM untuk mendukung aktivitas sektor pertanian.

Ia menyebut kebutuhan Solar untuk sektor pertanian diperkirakan mencapai lebih dari 1 juta liter dalam setahun.

“Estimasi total konsumsi BBM Solar di Polman lebih dari 16 ribu hektare dikali dua untuk kebutuhan tanam per hektare 10 liter, sementara untuk panen 15 liter. Dengan total konsumsi untuk satu tahun mencapai 1 juta liter,” jelas Jumadil.

Ia menambahkan, kebutuhan BBM petani cenderung meningkat pada Agustus hingga September. Penggunaan BBM terbesar antara lain untuk operasional pompa air sawah di Kecamatan Binuang dan Tapango.

Selain itu, kebutuhan BBM juga meningkat pada sejumlah wilayah yang memasuki masa pengolahan lahan, di antaranya Luyo, Campalagian dan Wonomulyo.

RDP tersebut menjadi forum bersama antara DPRD, Pemkab Polman, kepolisian, mahasiswa dan pihak SPBU untuk mencari solusi atas persoalan distribusi BBM yang selama ini memicu antrean di sejumlah SPBU. (bdt)