Advertorial

Gandeng CV Ciquita, Kementan Hadirkan 1,6 Juta Bibit Kopi Gayo Unggul ke Sulbar

Pojoknews
×

Gandeng CV Ciquita, Kementan Hadirkan 1,6 Juta Bibit Kopi Gayo Unggul ke Sulbar

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260608 093742 Gallery
Ibu-ibu karyawan CV. Ciquita sedang membersikan rumput polybag benih kopi.

POLMAN, POJOKRAKYAT – Kementerian Pertanian (Kementan) RI menghadirkan bibit kopi Gayo unggul asal Aceh berkualitas ekspor untuk dikembangkan oleh petani kopi di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Program tersebut dijalankan melalui penangkar lokal, CV Ciquita, yang berbasis di Sulbar, Senin (8/6/2026).

Kopi Gayo dikenal sebagai salah satu komoditas kopi unggulan Indonesia yang telah menembus pasar internasional, terutama negara-negara di Eropa dan Amerika. Cita rasa khas serta kualitasnya yang tinggi menjadikan kopi ini sebagai salah satu jenis kopi terbaik dan paling diminati di dunia.

Dalam upaya mendukung pengembangan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi, Kementan RI menggandeng CV Ciquita untuk membudidayakan benih kopi unggul tersebut di Sulawesi Barat. Saat ini, sebanyak 1,6 juta benih kopi Gayo tengah memasuki fase pertumbuhan dan dipersiapkan untuk disalurkan kepada kelompok tani penerima manfaat.

Direktur CV Ciquita, Syahran, menjelaskan bahwa bibit yang dibudidayakan merupakan kopi Arabika varietas Gayo 3 yang untuk pertama kalinya dikembangkan di Sulawesi Barat.

“Bibit yang kami budidayakan adalah kopi Gayo 3, salah satu varietas kopi unggulan dunia. Saat ini proses pembibitan berjalan baik dan rencananya akan mulai didistribusikan pada Juli mendatang setelah seluruh tahapan sertifikasi selesai serta mendapat pengawasan dari Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Syahran menambahkan, seluruh benih yang dibudidayakan menunjukkan pertumbuhan yang sehat dan subur. Selain mendukung pengembangan sektor perkebunan, kegiatan penangkaran ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dalam proses pembibitan, CV Ciquita menyerap banyak tenaga kerja lokal untuk berbagai kegiatan, mulai dari penyemaian benih, penyusunan polybag, hingga perawatan dan penyiraman tanaman.

Salah seorang pekerja penangkaran, Suryani, warga Kecamatan Mapilli, mengaku bersyukur atas program yang dihadirkan Kementerian Pertanian tersebut. Menurutnya, kegiatan pembibitan kopi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program dari Kementerian Pertanian ini. Selain memberikan pekerjaan, penghasilan yang kami peroleh dapat membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Intan, pekerja lainnya di penangkaran CV Ciquita. Ia mengapresiasi pemerintah atas hadirnya program pembibitan kopi di Sulawesi Barat yang dinilai membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program pembibitan kopi ini. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Program pembibitan kopi Gayo tersebut diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi di Sulawesi Barat, sekaligus mendorong kesejahteraan petani serta pertumbuhan ekonomi masyarakat. (bdt)

IMG 20260517 WA0016
Advertorial

Sambangi Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Tenaga Ahli (TA) Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Muhammad Arsyad, S.P.,M.Si.,Ph.D. beserta rombongan pantau kondisi pembibitan kakao dalam program hilirisasi bibit kakao nasional, Rabu 13 Mei 2026.

Screenshot 20260512 190236 Gallery
Advertorial

DPRD Kabupaten Polewali Mandar memberikan sejumlah rekomendasi strategis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Polewali Mandar Tahun 2025. Rekomendasi tersebut disusun berdasarkan hasil pembahasan DPRD dengan mempertimbangkan visi dan misi pemerintah daerah dalam rancangan RPJMD 2025–2030.

Screenshot 20260508 210341 Gallery
Advertorial

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Polewali Mandar, Amiruddin, bersama Ketua Komisi III Sarinah dan Anggota Komisi III DPRD Polman Hj. Lisda, Bunga Ranna dan Tanda turun langsung meninjau sejumlah titik drainase di wilayah perkotaan yang selama ini kerap dikeluhkan warga karena memicu genangan saat curah hujan tinggi.